- Instagram/betrandpetoputraonsu
Sarwendah Berani Jujur Beberkan Love Language Betrand Peto, Tak Disangka Ternyata Onyo Memang…
tvOnenews.com - Kedekatan Sarwendah dan Betrand Peto sering menjadi sorotan publik.
Banyak yang memuji hubungan hangat di antara keduanya, tetapi tidak sedikit juga yang menilai interaksi mereka berlebihan.
Betrand Peto yang akrab dipanggil Onyo adalah anak angkat Sarwendah dan Ruben Onsu.
Namun, hubungan yang sangat dekat ini kerap memicu komentar negatif dari netizen.
Mereka menilai Onyo terlalu manja dan berlebihan dalam menunjukkan kasih sayang kepada ibu angkatnya.
Meski begitu, baik Sarwendah maupun Ruben Onsu menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan cara Onyo memperlakukan mereka.
“Setiap keluarga memiliki cara masing-masing dalam menunjukkan kasih sayang," tegas Sarwendah.
Dalam pandangan mereka, cara Onyo menunjukkan cinta lewat sentuhan fisik adalah sesuatu yang alami dan tidak perlu dibandingkan dengan standar orang lain.
Saat berbincang dengan Maia Estianty di kanal YouTube MAIA ALELDUL TV, Sarwendah berbicara jujur mengenai polemik tersebut.
Di hadapan Maia Estianty, ia mengaku sedih dengan berbagai isu negatif yang berkembang di media terkait kedekatannya dengan Onyo.
Sarwendah merasa publik seringkali salah memahami dan menilai sesuatu hanya dari sudut pandang mereka sendiri.
"Standar kebahagiaan setiap keluarga itu beda-beda," ujar Sarwendah.
Ia menjelaskan bahwa setiap keluarga memiliki cara unik dalam mengekspresikan kasih sayang, dan cara ini tidak seharusnya disamakan dengan orang lain.
Sarwendah merasa bahwa budaya kasih sayang secara fisik yang diterapkan di keluarganya dan keluarga Onyo adalah sesuatu yang wajar.
"Kalau keluarga lu bukan tipikal yang physical touch, ya nggak bisa nyamain gua harus kaku kayak lu," katanya dengan nada tegas.
Sarwendah juga menjelaskan bahwa Onyo tumbuh dengan adat dan kebiasaan yang memang mengutamakan sentuhan fisik sebagai bentuk ekspresi kasih.
"Di tempatnya Onyo, adatnya emang physical touch banget. Ketemu tetangga aja langsung peluk, siapa pun dipeluk," tambahnya.
Sarwendah menegaskan bahwa love language atau bahasa cinta Onyo memang berpusat pada sentuhan fisik.
Ini merupakan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan di keluarga Onyo, sehingga tidak aneh jika ia membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan keluarga barunya.