- Instagram/betrandpetoputraonsu
Sarwendah Berani Jujur Beberkan Love Language Betrand Peto, Tak Disangka Ternyata Onyo Memang…
Menurut Sarwendah, bahkan keluarga besarnya sendiri juga menunjukkan kasih sayang dengan cara yang sama.
“Kebetulan dari kecil, aku diajarin sama papi aku tuh emang se-love itu juga keluarga aku,” ujarnya.
Bagi Sarwendah, interaksi seperti duduk berdekatan atau berpelukan adalah bentuk kasih sayang yang wajar, baik antara orang tua dan anak maupun antar saudara.
Namun, gosip miring dari publik sempat mempengaruhi hubungan Onyo dengan keluarganya.
Sarwendah mengakui bahwa setelah isu tersebut merebak, Onyo mulai terlihat kikuk dalam menunjukkan kasih sayang.
"Sekarang balik lagi kayak dulu, udah kikuk, udah netral lagi, kikuk lagi sekarang," cerita Sarwendah.
Ia menambahkan bahwa perubahan sikap ini disebabkan oleh tekanan dari komentar negatif netizen.
"Makanya dia kayak duduk samping-sampingan aja jadi takut. Padahal buat dia itu wajar banget," jelas Sarwendah.
Perubahan tersebut membuat Sarwendah merasa prihatin karena Onyo menjadi kurang bebas mengekspresikan kasih sayang seperti sebelumnya.
Lewat pengakuannya, Sarwendah berharap publik bisa lebih bijak dalam menilai hubungan antara dirinya dan Onyo.
Ia menekankan bahwa tidak semua keluarga memiliki pola interaksi yang sama.
Setiap keluarga punya caranya masing-masing dalam membangun kedekatan dan kebahagiaan.
“Mereka sampai bilang ‘anak aku udah gede, tapi dia nggak mau (peluk cium), itu udah nggak wajar’. Ya aku balik lagi kasih tahu karena love language orang berbeda-beda di setiap keluarga,” ujar Sarwendah.
“Bingung kalau harus sama kayak mereka juga, tapi kan mereka selalu ngomongnya ‘ya lu kan publik figur’, selalu itu yang dikambing hitamkan,” tutupnya.
Dengan demikian, Sarwendah ingin masyarakat mengerti bahwa love language Onyo adalah bentuk cinta yang tulus, bukan sesuatu yang berlebihan.
Ia berharap bahwa dengan saling memahami perbedaan, tidak ada lagi asumsi keliru yang beredar di masyarakat. (adk)