news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sarwendah dan Betrand Peto.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Betrand Peto Suka Peluk Cium Sarwendah, Psikolog Ini Tak Mempermasalahkan 'Kemesraan' Onyo dan Bundanya: Sah-sah Saja...

Betrand Peto kerap memberi pelukan dan ciuman kepada Sarwendah. Hal itu menuai komentar negatif dari netizen. Namun, psikolog ini justru tak mempersalahakannya.
Selasa, 22 Oktober 2024 - 23:25 WIB
Reporter:
Editor :

 

Lita Gading kemudian mengatakan, bahwa kedekatan yang terjadi antara ibu dan anak angkat itu terjadi, karena Betrand sudah diadopsi sejak usianya masih kecil. Alhasil, merekamenjadi sangat dekat dan menyayangi satu sama lain.

"Kan sudah diasuh oleh Sarwendah dari kecil jadi kedekatan mereka itu sudah sangat akrab dan sudah saling menyayangi satu sama lain. Jadi, rasa sayang dan rasa keterikatan dia sudah seperti ibu dan anak kandung," jelas Lita Gading.

 

Psikolog Lita Gading (kiri) | Sarwendah dan Betrand Peto (kanan)
Sumber :
  • YouTube/Dr. Lita Gading dan The Onsu Family

 

 

Lita Gading juga menyarankan, agar Onyo diberitahu soal adab atau nilai-nilai tertentu, agar tidak teralu mengumbar kedekatannya dengan Sarwendah. Sebab, apa yang ia lakukan itu dianggap tidak lazim di lingkup masyarakat Indonesia yang mayoritas adalah muslim.

"Harusnya Onyo diberikan nilai-nilai atau adab-adab, bahwa barangkali tidak mengekspos lagi apa yang dianggap tidak normal, tidak lazim di mata masyarakat, yang notabenenya di Indonesia itu adalah Muslim sebagian besar. Jadi, dianggap ini (kedekatannya) adalah hal yang kurang etis di mata masyarakat," jelas Lita.

 

Meski begitu, menurut Lita Gading, 'kemesraan' Betrand Peto dan Sarwendah itu sah-sah saja dilakukan.

"Kalau menurut saya sih sah-sah aja ya. Dia itu kan sudah diangkat menjadi anak, jadi menurut saya sih, kalau secara positive thinking, ya biasa-biasa aja, sih," ujarnya.

 

Psikolog lulusan Universitas Langnan Hong Kong tersebut menegaskan sekali lagi kepada orangtua angkat Onyo, yakni Ruben dan Sarwendah agar lebih mengajarkan tentang nilai-nilai dan etika bagaimana berlaku di depan umum.

"PR-nya, ibu dan bapak, Ruben dan Sarwendah, memberikan nilai-nilai secara etika, bagaimana dia berperilaku di depan umum, barangkali memposting, agar lebih diperhatikan lagi. Supaya tidak memberikan satu kontroversi, bahwa itu adalah dalam tanda kutip penyimpangan perilaku," jelasnya. (ism)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

41:24
01:28
05:31
02:52
06:55
12:51

Viral