- kolase tim tvOnenews.com
Napas Terengah-engah, Korban Agus Buntung Ceritakan Kronologi saat Dirinya Dirayu: Dia Ngajak Saya ke Tempat...
tvOnenews.com - Kasus pelecehan seksual yang menyeret nama I Wayan Agus Suartama (IWAS) alias Agus Buntung memasuki babak baru.
Petugas Polda NTB baru saja menggelar rekonstruksi kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Agus, pada Rabu (11/12/2024).
Awalnya, pelaku sempat mengelak dirinya melakukan tindak kriminal pelecehan mengingat kondisi fisiknya yang tak memiliki tangan.
Namun, kesaksian tersebut langsung dibantah Polda NTB setelah melakukan pemeriksaan terhadap dirinya. Diketahui bahwa pemuda disabilitas ini merupakan seorang yang manipulatif.
Tak tanggung-tanggung, hingga hari ini tercatat ada 19 orang yang menjadi korban pelecehan Agus. Bahkan, beberapa di antaranya masih ada yang di bawah umur.
Melalui program Catatan Demokrasi tvOne, secara eksklusif Bunga (nama samaran), salah satu korban Agus Buntung menceritakan kronologi saat dirinya dirayu oleh pemuda disabilitas tersebut. Simak!
- tangkapan layar YouTube tvOnenews
Bunga bercerita bahwa pertemuan awal mereka adalah di teras kampus Udayana. Saat itu, Agus menghampiri dirinya dan menjual cerita sedih.
Agus curhat bahwa dirinya banyak dibully karena kondisinya, hingga terkadang membuatnya sampai ingin mengakhiri hidup.
Mendengar hal tersebut, Bunga awalnya merasa iba dan memberi semangat untuk Agus, bilang bahwa dirinya layak untuk terus hidup.
Namun, tak lama dari sana Agus berterima kasih dan mengaku bahwa dirinya sedang membuat konten 'prank' dan meminta Bunga untuk melihat isi sosial medianya. Ternyata, Agus piawai dalam menggunakan alat musik menggunakan kakinya.
"Setelah itu, kami ngomong-ngomong terus dia berterima kasih, katanya karena saya sudah menyelamatkan hidupnya terus dia mau kasih saya imbalan dia mau beliin saya es," ujar Bunga, dikutip dari tvOnenews, Selasa (10/12/2024).
Saat itu Bunga menolak tawaran tersebut dan berkata bahwa dirinya memiliki uang untuk membeli es sendiri. Tapi, Agus memaksanya dengan mengatakan bahwa Bunga tidak menghargai dirinya.
Agus langsung menghampiri tukang es, tetapi tak lama dari sana ia kembali ke tempat Bunga dan berkata bahwa penjual es tersebut berpura-pura dagangannya telah habis dan menganggap Agus sebagai pengemis.