- PSSI
Sifat Asli Shin Tae-yong Dibongkar Orang Terdekat, Selama Latih Timnas Indonesia Selalu Lakukan...
Lebih lanjut, Jeje menyampaikan bahwa Shin Tae-yong bahkan tidak ragu untuk menerima masukan dari siapa pun, termasuk dari pelatih level akademi.
“Dia juga pernah ngomong, ada yang kita bisa belajar dari pelatih akademik. Nggak semuanya dari dia. Dia bisa terima semua pendapat. Masalah filosofi memang nggak bisa diubah, tapi dia benar-benar terbuka,” tegas Jeje.
Namun, di sisi lain, karakter keras kepala Shin Tae-yong tetap diakui oleh orang-orang yang pernah bekerja bersamanya.
Salah satunya adalah Charis Yulianto, eks pemain Timnas Indonesia dan mantan asisten pelatih saat Shin Tae-yong memimpin laga FIFA Matchday melawan Argentina dan Palestina.
Charis menyebutkan bahwa keras kepala bukan berarti buruk, justru itu adalah kualitas yang harus dimiliki oleh pelatih kepala.
"Sebagai pelatih kepala, memiliki sikap keras kepala adalah suatu keharusan. Seorang pelatih perlu memiliki prinsip yang kuat. Ibaratnya, pelatih itu seperti sopir yang harus memilih penumpang yang tepat, yaitu pemain yang bersedia mengikuti keinginannya dan bertanggung jawab di lapangan," kata Charis.
Ia juga menekankan bahwa Shin Tae-yong memilih pemain bukan atas keinginan pribadi, tetapi berdasarkan kebutuhan taktik.
“Apapun kelebihan dan kekurangan pemain, saya yakin Coach Shin Tae-yong telah melakukan evaluasi secara menyeluruh. Beliau adalah sosok yang keras dalam konteks positif,” ujar Charis.
Penuturan dari Jeje dan Charis Yulianto tersebut menambah lapisan pemahaman publik terhadap sosok pelatih asal Korea Selatan ini.
Di balik sikap tegas dan terlihat dominan, Shin Tae-yong ternyata memiliki pendekatan yang inklusif terhadap staf dan pemainnya. (adk)