- Instagram @manisabbsk
Meski Berhasil Raih Trofi Pertama di Manisa BBSK, Megawati Hangestri Tak Nyaman dengan Federasi Olahraga Turki, Sempat...
tvOnenews.com - Megawati Hangestri Pertiwi kembali membuat publik bangga setelah berhasil meraih trofi pertama di Turki bersama klub barunya, Manisa BBSK.
Dalam turnamen pramusim Ferdi Zeyrek 2025, Manisa BBSK tampil perkasa tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Pada laga terakhir, Jumat (5/9/2025), Megawati cs sukses menundukkan Yatirim Karsiyaka dengan skor telak 3-0 (25-22, 25-21, 25-16).
Kemenangan ini semakin terasa istimewa mengingat lawan yang dihadapi diperkuat pevoli Rusia dengan postur menjulang, Anastasia Lyashko, yang memiliki tinggi 198 sentimeter.
Namun, dominasi Manisa BBSK tak terbendung, dan Megawati berhasil menjadi salah satu pilar kemenangan tim barunya.
Setelah dua musim memperkuat Daejeon Red Sparks di Korea Selatan, Megawati kini mencoba peruntungan di Liga Voli Turki.
Musim 2025/2026, ia resmi berseragam Manisa BBSK, klub yang berkompetisi di Kadinlar 1 Divisi 2.
Kepindahannya sontak disambut meriah oleh para penggemar, terutama fans Indonesia yang setia mengikuti kariernya di luar negeri.
Namun di balik euforia itu, muncul sejumlah catatan terkait regulasi olahraga di Turki.
Banyak fans yang khawatir apakah Megawati bisa tetap bermain nyaman dengan identitasnya, terutama karena ia dikenal konsisten mengenakan hijab di lapangan.
Di Korea Selatan, tempat Megawati sebelumnya berkarier, KOVO (Korea Volleyball Federation) tidak memiliki larangan resmi soal penggunaan hijab.
Namun, sangat sedikit atlet Muslim yang tampil dengan hijab, sehingga kehadiran Megawati sempat menjadi sorotan media lokal.
Bahkan, gaya bermain sekaligus penampilannya dengan hijab beberapa kali viral di kalangan penggemar K-League Voli.
Berbeda dengan Korea, Turki dikenal memiliki sejarah panjang terkait polemik hijab.
Negara yang menganut sistem sekuler ini dulu sempat melarang penggunaan hijab di ruang publik, termasuk dalam dunia pendidikan maupun instansi pemerintahan.
Namun, sejak tahun 2012, Federasi Olahraga Turki secara resmi mencabut larangan hijab dalam dunia olahraga.
Setahun kemudian, pemerintah Turki juga memperluas pencabutan aturan itu ke berbagai institusi publik, termasuk sekolah dan parlemen.
Secara hukum, kini tidak ada lagi larangan bagi atlet muslimah, termasuk Megawati, untuk bertanding dengan hijab.
Federasi Voli Turki (TVF) sebagai induk organisasi voli di negara tersebut, merujuk pada aturan Federasi Bola Voli Internasional (FIVB).