Sahabat pertama Megawati Hangestri setibanya di Turki yakni Ece Kozdere ternyata masih kesulitan untuk dapat tempat sebagai Middle Blocker utama Manisa BBSK.
Meski Red Sparks saat ini sedang terpuruk, Megawati Hangestri kembali menjadi sorotan media Korea setelah KOVO memberi kode kemungkinan kembalinya ke V-League.
Sejumlah kabar menarik dari dunia olahraga kembali menyita perhatian publik. Mulai dari kiprah eks klub Megawati Hangestri hingga pemain keturunan Indonesia.
Baru sebentar ditinggal Megawati Hangestri, dua mantan timnya di luar negeri yaitu Red Sparks dan Manisa BBSK punya nasib yang jauh bertolak belakang musim ini.
Manisa BBSK semakin menggila setelah ditinggal Megawati Hangestri: Catatan 15 kemenangan berturut-turut hingga selangkah lagi promosi jadi bukti superioritas.
Setelah lima bulan berlalu pisah jalan dengan Megawati Hangestri tepatnya pada akhir Oktober 2025, Manisa BBSK malah hampir keluar sebagai juara liga Turki.
Megawati Hangestri, yang memiliki pengalaman karier internasional di Korea dan Turki, ungkap perbedaan sistem pembinaan voli di luar negeri dibanding Indonesia.
Megawati Hangestri, pevoli andalan Indonesia yang pernah berkarier di Korea dan Turki, akhirnya kembali membela Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026, alasan
Megawati Hangestri kembali mencuri perhatian media Korea setelah prestasinya bersama Jung Kwan Jang Red Sparks. Perubahan regulasi KOVO membuatnya masuk daftar.
Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah âdiperkenalkanâ sebagai pemain asing
Mantan pemain Red Sparks, Megawati Hangestri, ungkap masa-masa sulit sebelum meniti karier profesional. Ternyata, gajinya saat itu hanya ratusan ribu rupiah.
Skuad mahal Timnas Indonesia pilihan John Herdman jelang FIFA Series 2026 yang mencapai ratusan miliar rupiah sampai membuat media Vietnam ikut tercengang.
Keputusan John Herdman memilih skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 menuai pro dan kontra. Netizen soroti soal Mauro Zijlstra hingga Ezra Walian.
Bung Harpa mencoba memprediksi cara berpikir John Herdman yang lebih memilih Cahya Supriadi dan bukan Teja Paku Alam ataupun Ernando Ari di Timnas Indonesia.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM tak segan meminta pegawainya keluar dari pekerjaannya di momen Lebaran 2026 di kantor dinas Gedung Pakuan Bandung.