- Instagram/marselinoferdinan10
Marselino Ferdinan Tak Lagi Dilirik Timnas Indonesia, Padahal Shin Tae-yong Dulu Yakin Pemain Ini Bakal Jadi…
tvOnenews.com - Marselino Ferdinan tengah berada dalam fase sulit perjalanan kariernya.
Namanya resmi dicoret dari daftar panggilan Garuda Calling untuk putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 oleh pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Keputusan ini menjadi sorotan besar, mengingat Marselino pernah dianggap sebagai salah satu bakat paling menjanjikan di generasinya.
Pemain berusia 21 tahun itu harus menanggung konsekuensi dari minimnya menit bermain reguler bersama klub dalam dua musim terakhir.
Saat memperkuat KMSK Deinze di Belgia pada 2023/24, Marselino hanya lebih banyak berlatih ketimbang benar-benar merumput.
Kondisi serupa kembali terulang ketika ia hijrah ke Oxford United di musim 2024/25.
Kepindahan ke AS Trencin untuk musim 2025/26 seolah menjadi kesempatan baru.
Namun sayang, prosesnya yang berlarut-larut membuat Marselino belum juga bisa tampil hingga akhir September.
Kondisi ini jelas berpengaruh pada performanya setiap kali dipanggil memperkuat Timnas Indonesia.
Dalam dua laga terakhir pada FIFA Matchday melawan Taiwan dan Lebanon, Marselino hanya masuk sebagai pemain pengganti.
Sentuhannya pun dinilai kurang meyakinkan. Situasi inilah yang membuat Patrick Kluivert mengambil keputusan berani untuk tidak memasukkan nama Marselino ke daftar skuad yang dirilis pada Rabu (24/9/2025).
PSSI mengumumkan 28 pemain pilihan Kluivert lebih cepat dari biasanya.
Dan di situlah kejutan muncul nama Marselino tak lagi tercantum.
Inilah kali pertama gelandang muda itu tidak dipanggil ke Timnas senior karena faktor persaingan, sejak ia mencatatkan debut pada Januari 2022.
Keputusan ini terasa kontras dengan pernyataan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), yang dulu begitu mengagumi kemampuan Marselino Ferdinan.
STY pernah secara terbuka menyebut bahwa gaya bermain sang gelandang muda mirip dengan dirinya ketika masih aktif sebagai pemain.
“Marselino (Ferdinan). Mirip dengan gaya yang saya mainkan ketika saya masih menjadi pemain,” ujar Shin Tae-yong dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube Iksam Hyung bersama anaknya, Shin Jae-won.
Baik STY maupun Marselino sama-sama menempati posisi sebagai gelandang serang.
Keduanya dikenal memiliki visi permainan tajam, kemampuan mengatur tempo, serta naluri mencetak gol yang baik.
Dalam diskusi yang sama, rekan Shin Tae-yong, Iksam Hyung, juga menyoroti performa Marselino yang dianggap luar biasa saat menghadapi Arab Saudi dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada November 2024 lalu.
Saat itu, Marselino sukses mencetak dua gol ke gawang lawan, sekaligus membuat publik optimistis dengan masa depannya.
“Pemain itu adalah bintang Indonesia sejati,” tegas Iksam Hyung kala itu.
Ucapan tersebut seakan menggambarkan betapa tingginya harapan terhadap Marselino.
Namun kini, kenyataan berbanding terbalik. Dari pemain yang pernah dielu-elukan sebagai masa depan Timnas Indonesia, Marselino justru harus menerima kenyataan pahit dicoret dari skuad Garuda. (adk)