- Instagram @rizkyridhoramadhani
Join Laga Timnas Indonesia Vs Arab Saudi, Rizky Ridho Ngaku Paling Takut Dimarahi Sosok Ini: Setiap Pagi Saya …
tvOnenews.com - Rizky Ridho, bek tengah andalan Timnas Indonesia, bersiap tampil di laga krusial kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi pada 9 Oktober 2025.
Pemain Persija Jakarta ini menjadi pilar utama di lini belakang skuad Garuda untuk pertandingan di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Dalam persiapan menghadapi laga penting ini, Rizky Ridho mengungkapkan sosok yang paling ia takuti, yang berperan besar membentuknya menjadi bek tangguh seperti sekarang.
Thom Haye, Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Ole Romeny. (Sumber: Instagram @rizkyridhoramadhani)
Timnas Indonesia berada di ambang laga hidup-mati di kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran keempat.
Pelatih Patrick Kluivert, yang menjabat sejak awal 2025, mempercayakan Rizky Ridho sebagai salah satu pilar di jantung pertahanan, berpotensi berduet dengan Jay Idzes atau Justin Hubner dalam formasi 3-4-3.
Meski kiper Emil Audero absen dan ada ketidakpastian soal duet bek tengah terbaik, Ridho menonjol setelah bermain penuh di tujuh laga Persija di Super League musim ini, termasuk mencetak satu gol.
Namun, di balik ketegasannya di lapangan, Ridho ternyata menyimpan kisah haru dan penuh inspirasi tentang sosok yang paling ia takuti sekaligus paling ia hormati, yaitu ayahnya sendiri, Sutoyo.
Pemain Persija Jakarta itu mengaku bahwa ayahnya adalah figur paling berpengaruh dalam membentuk kedisiplinannya sejak kecil.
“Dulu ayah yang sangat keras sama saya. Ayah kan kerja di pasar. Pergi jam 1 dini hari, pulangnya jam 9 pagi. Jadi enggak ketemu saya waktu ke sekolah. Ayah hanya berpesan, kalau tiap pagi itu lari. Jangan tidur, terus berangkat ke sekolah,” kata Rizky Ridho mengenang masa kecilnya lewat kanal YouTube Sportcast77.
Rizky mengaku pesan itu menempel kuat di pikirannya hingga kini.
Ia masih ingat bagaimana setiap pagi ia harus berlari keliling kampung sebelum berangkat ke sekolah, karena takut dimarahi sang ayah bila ketahuan bermalas-malasan.
“Bagaimana mau jadi pemain bola hebat kalau tidur terus sekolah. Jadi setiap pagi saya otomatis lari di kampung itu keliling-keliling. Kadang di depan rumah. Sampai bermain di Persebaya pun seperti itu. Mau dibilang orang apalah, saya enggak peduli. Yang penting saya menambah saja sendiri, seperti skipping, lari,” lanjut Ridho.