news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rizky Ridho saat Latihan untuk Laga Timnas Indonesia Vs Arab Saudi.
Sumber :
  • Instagram @rizkyridhoramadhani

Join Laga Timnas Indonesia Vs Arab Saudi, Rizky Ridho Ngaku Paling Takut Dimarahi Sosok Ini: Setiap Pagi Saya …

Join laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi, Rizky Ridho ungkap sosok yang paling ia takuti tapi bukan Patrick Kluivert. Siapa sebenarnya orang yang dimaksud?
Rabu, 8 Oktober 2025 - 12:02 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Rizky Ridho, bek tengah andalan Timnas Indonesia, bersiap tampil di laga krusial kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi pada 9 Oktober 2025. 

Pemain Persija Jakarta ini menjadi pilar utama di lini belakang skuad Garuda untuk pertandingan di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. 

Dalam persiapan menghadapi laga penting ini, Rizky Ridho mengungkapkan sosok yang paling ia takuti, yang berperan besar membentuknya menjadi bek tangguh seperti sekarang.


Thom Haye, Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Ole Romeny. (Sumber: Instagram @rizkyridhoramadhani)

Timnas Indonesia berada di ambang laga hidup-mati di kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran keempat. 

Pelatih Patrick Kluivert, yang menjabat sejak awal 2025, mempercayakan Rizky Ridho sebagai salah satu pilar di jantung pertahanan, berpotensi berduet dengan Jay Idzes atau Justin Hubner dalam formasi 3-4-3. 

Meski kiper Emil Audero absen dan ada ketidakpastian soal duet bek tengah terbaik, Ridho menonjol setelah bermain penuh di tujuh laga Persija di Super League musim ini, termasuk mencetak satu gol.

Namun, di balik ketegasannya di lapangan, Ridho ternyata menyimpan kisah haru dan penuh inspirasi tentang sosok yang paling ia takuti sekaligus paling ia hormati, yaitu ayahnya sendiri, Sutoyo. 

Pemain Persija Jakarta itu mengaku bahwa ayahnya adalah figur paling berpengaruh dalam membentuk kedisiplinannya sejak kecil.

“Dulu ayah yang sangat keras sama saya. Ayah kan kerja di pasar. Pergi jam 1 dini hari, pulangnya jam 9 pagi. Jadi enggak ketemu saya waktu ke sekolah. Ayah hanya berpesan, kalau tiap pagi itu lari. Jangan tidur, terus berangkat ke sekolah,” kata Rizky Ridho mengenang masa kecilnya lewat kanal YouTube Sportcast77.

Rizky mengaku pesan itu menempel kuat di pikirannya hingga kini. 

Ia masih ingat bagaimana setiap pagi ia harus berlari keliling kampung sebelum berangkat ke sekolah, karena takut dimarahi sang ayah bila ketahuan bermalas-malasan.

“Bagaimana mau jadi pemain bola hebat kalau tidur terus sekolah. Jadi setiap pagi saya otomatis lari di kampung itu keliling-keliling. Kadang di depan rumah. Sampai bermain di Persebaya pun seperti itu. Mau dibilang orang apalah, saya enggak peduli. Yang penting saya menambah saja sendiri, seperti skipping, lari,” lanjut Ridho.

Kedisiplinan itulah yang kini membentuk dirinya menjadi salah satu bek tengah terbaik di Indonesia. 

Ridho bahkan menjadi andalan Patrick Kluivert yang menilai sang pemain punya kualitas membaca permainan dan fisik yang tangguh untuk menghadapi penyerang-penyerang cepat dari Arab Saudi.

Dalam laga penting di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada 9 Oktober 2025 mendatang, Ridho kemungkinan besar akan berduet dengan Jay Idzes dan Justin Hubner di jantung pertahanan Garuda. 

Di sisi lain, Ridho tak menampik bahwa perjuangannya menuju posisi ini penuh kerja keras dan pengorbanan. 

“Saya juga merasa, waktu di SSB saya ditaruh di gelandang. Pelatih-pelatih sering bilang fisik kamu kurang. Akhirnya dicoba di stoper lebih simpel mainnya dan Alhamdulillah bisa sampai sekarang,” kisahnya.

Namun, perjalanan itu tak selalu mudah. Ridho bercerita bagaimana dirinya harus tetap menjalani latihan tambahan sepulang dari sesi tim, semata-mata agar ayahnya tahu bahwa ia benar-benar serius menjadi pesepak bola.

“Sampai kadang habis latihan gitu, sepatu saya taruh di depan rumah. Sengaja, biar kalau ayah pulang, oh iya anak saya tadi latihan,” ujarnya sambil tertawa.

Pernah juga sang ibu ikut mengingatkannya agar tidak malas. “Ibu juga bilang, ‘latihan situ, nanti ayah marah. Katanya mau jadi pemain bola,’” kenangnya.

Kini, kerja keras itu terbayar lunas. Ridho menjadi tulang punggung pertahanan Persija Jakarta dan Timnas Indonesia. 

Di klub, ia selalu tampil penuh dalam tujuh laga Super League musim ini, dengan kontribusi satu gol. 

Sementara di Timnas, duetnya bersama Idzes terbukti solid saat Indonesia meraih kemenangan beruntun atas China dan Bahrain tanpa kebobolan.

Menjelang duel krusial melawan Arab Saudi, Ridho menegaskan bahwa ia siap memberikan performa terbaik demi membawa Merah Putih mencuri poin di tanah Arab. 

Ia pun tak lupa mengingat pesan sang ayah yang terus melekat di hatinya yaitu “Jangan tidur terus kalau mau jadi pemain bola hebat.”

Pesan sederhana itu kini menjadi semangat yang membakar dirinya setiap pagi, sebuah pengingat bahwa di balik kerja keras seorang pemain nasional, selalu ada cinta dan didikan seorang ayah yang tak kenal lelah.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
01:22
05:11
01:38
03:33
22:38

Viral