news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gus Elham Kediri.
Sumber :
  • YouTube @ernasitaofficial

Siapa Sih Sebenarnya Gus Elham Kediri yang Viral Cium Bibir Anak di Bawah Umur? Ternyata Kelahiran 2001 dan Dulunya …

Gus Elham Kediri viral cium bibir anak di bawah umur! Ternyata lahir 2001, santri Lirboyo, pengasuh ponpes Al-Ikhlas 2. Profil lengkap dan kronologi kontroversi
Selasa, 11 November 2025 - 11:49 WIB
Reporter:
Editor :

Dalam salah satu video, ia terlihat memeluk dan mencium anak perempuan secara berulang, bahkan ada yang tampak seperti ciuman di bibir. Ada pula rekaman di mana ia "menyedot" pipi balita hingga terdengar suara. 

Netizen ramai mengecam, menyebut tindakan ini tidak pantas untuk seorang pemuka agama. 

Banyak yang khawatir tentang risiko kesehatan anak, seperti penularan penyakit dari ciuman sembarangan, apalagi Gus Elham dikenal sebagai perokok. 

Beberapa bahkan membuat template di Instagram untuk menuntut proses hukum atas dugaan pelecehan. 

Tokoh seperti Gus Nadir dan Nadirsyah Hosen ikut menegur keras, menyebut ini sebagai grooming behavior yang berbahaya dan tidak boleh dinormalisasi atas nama barokah.


Viral Video Ciumi Anak Kecil dan Dituding Pelecehan, Gus Elham. (Sumber: Instagram)

Klarifikasi Gus Elham

Menanggapi hujatan, Gus Elham angkat bicara dalam sebuah video ceramah yang beredar pada 1 November 2025. 

Ia menyebut tudingan pelecehan sebagai fitnah dan mengatakan, Menghina tidak membuatmu terlihat mulia. Menghina sama sekali tidak akan membuat kita mulia," tegas Gus Elham, dikutip dari YouTube @SantriAsik_94

Ia mengaku tindakannya hanya bentuk kasih sayang, tapi mengakui "sampai enek" (sampai muak) dengan kritik yang datang. 

Meski begitu, kritik tetap mengalir. Kyai Lora Ismail dari Bangkalan bahkan menegur secara terbuka, menyebut dakwah Gus Elham terlalu banyak gimmick dan berpotensi membuka pintu pelecehan. 

Gus Elham Yahya adalah penceramah muda berbakat dari garis keturunan ulama Kediri, yang dulunya santri Lirboyo dan kini meneruskan warisan keluarga melalui pesantren dan majelis taklim. 

Namun, gaya dakwahnya yang ekspresif kini menjadi bumerang, memicu perdebatan tentang batas interaksi dengan anak kecil. 

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi tokoh agama, yaitu kasih sayang harus disertai adab dan perlindungan anak, bukan sensasi yang berisiko. 

Publik terus menunggu tanggapan lebih lanjut dari pihak berwenang, seperti KPAI atau Kementerian Agama, untuk menjaga marwah dakwah di era digital.

(anf)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:19
05:41
01:35
01:13
05:28
01:55

Viral