- Kolase tvOnenews / Instagram @helwabachmid / YouTube ErgianTV official
Ibu Helwa Bachmid Kecewa Cucu Lahir Tak Ditemani Habib Bahar bin Smith, Fadlun Balghoits Beri Respons Menohok!
tvOnenews.com - Rumah tangga Helwa Bachmid dan Habib Bahar bin Smith masih menjadi perhatian publik.
Setelah sebelumnya ramai curhatan Helwa di media sosial, kini Helwa dan ibunya turut angkat bicara dalam sebuah tayangan podcast bersama dr. Richard Lee.
Dalam kesempatan itu, keduanya menceritakan pengalaman pahit selama menjadi bagian dari kehidupan Habib Bahar, termasuk momen kelahiran sang cucu yang tak dihadiri ayahnya.
Helwa dengan suara bergetar mengungkap bahwa selama menikah dengan Habib Bahar, dirinya tidak pernah benar-benar merasakan peran suami yang seharusnya menjadi imam dan pelindung dalam keluarga.
Ia bahkan mengaku tidak pernah mendapatkan bimbingan agama, sesuatu yang justru ia harapkan dari sosok seorang pendakwah.
“Aku juga heran kok aku nikah seperti ini kayak jadi istri simpanan gitu loh. Istri simpanan datang cuma seenaknya dia doang. Terus sampai nangis-nangis ke mama bilang, kok aku nikahnya kayak gini? Aku enggak punya suami. Aku kayak berpikir aku kayak janda gitu loh. Begitu pun anak aku, dia enggak pernah jengukin. Jengukin pun cuman pas lahiran aja, azanin sebentar lalu langsung pulang. Sampai sekarang dia enggak nengok anaknya,” ujar Helwa dengan mata berkaca-kaca.
- Kolase Istimewa & Instagram/@official_fadlunbalghoits
Helwa juga menjelaskan bahwa selama masa kehamilan, dirinya hanya sempat dua kali pergi ke dokter kandungan bersama Habib Bahar.
Itupun, kata ibunya, karena ia mendesak agar sang menantu menemaninya ke rumah sakit.
“Dia bilang semua istri-istrinya yang hamil enggak pernah diajak ke dokter. Aku bilang, kalau anak saya enggak boleh. Suami itu harus ajak istrinya ke dokter. Akhirnya dia bawa dua kali, selebihnya dia sibuk katanya. Jadi anak buahnya, supirnya, atau santrinya yang disuruh nganter,” tutur ibu Helwa dengan nada kecewa.
Menurut sang ibu, Helwa bahkan harus tidur bersama dirinya selama masa kehamilan, tanpa kehadiran suami di sisi.
Hal itu membuat sang ibu mempertanyakan ajaran seperti apa yang diterapkan oleh Habib Bahar terhadap keluarganya.