- Kolase Istimewa & Instagram/@dpp_madasnusantara
Sakit Hati Rumahnya Hancur hingga Diusir, Nenek Elina Tolak Santunan Beras dan Uang dari Ormas Madas Viral
Elina juga menyarankan agar santunan untuk orang lain diserahkan kepada Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Sebab Cak Armuji sangat getol mengawal kasus dan membela dirinya.
Kronologi Kasus Ormas Madas Usir Paksa hingga Hancurkan Rumah Nenek Elina di Surabaya
- Kolase Tim tvOnenews & Istimewa
Sebelumnya sebuah video menunjukkan aksi brutal dan premanisme diduga dari Ormas Madas viral di media sosial. Segerombolan orang berseragam ormas itu mengintimidasi nenek Elina.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji menceritakan kronologi kasus sengketa lahan rumah nenek Elina dengan penguasa lahan, Samuel diduga melibatkan oknum anggota Ormas Madas.
Armuji menjelaskan cikal kasus ini bermula saat puluhan orang diduga oknum anggota Madas bersama Samuel datang ke rumah nenek Elina di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya pada 4 Agustus 2025.
Ia menduga segerombolan orang dibawa Samuel sebagai tim eksekusi. Tujuannya agar penghuni rumah yakni nenek Elina segera meninggalkan lahan tersebut.
"Rumah nenek didatangi Samuel dan gerombolan orang yang mengaku sebagai eksekutor," kata Armuji melalui saluran Program Apa Kabar Indonesia Malam tvOne.
Pada saat itu, nenek Elina sebenarnya sudah mendapat peringatan. Samuel dan rombongan kembali mendatangi kediaman lansia tersebut pada 6 Agustus 2025.
Di momen inilah, nenek Elina mendapat aksi pengusiran secara paksa dari rombongan Samuel. Kata Armuji, lansia itu sempat melakukan perlawanan namun terbentur dengan umur telah berusia 80 tahun.
"Maka nenek dipaksa keluar rumah," tambah dia.
Samuel Cs bahkan kembali mendatangi rumah nenek Elina. Mereka terekam menyegel hingga menghancurkan rumah tersebut rata dengan tanah.
Kata Armuji, rumah di Kecamatan Sambikerep, Surabaya itu merupakan rumah warisan. Elina sendiri mendapat hak waris lahan tersebut sejak 2011.
Nenek Elina pun resmi melaporkan aksi pengusiran hingga perobohan rumah oleh Samuel Cs ke Polda Jawa Timur. Saat ini Satreskrim Polresta Surabaya tengah melakukan penyelidikan kasus tersebut.
Sementara Ketua DPP Ormas Madas Taufik membantah anggotanya terlibat dalam kasus tersebut. Insiden pengusiran hingga merobohkan rumah nenek Elina bukan instruksi dari pihaknya.