- Kolase Instagram/@denadaindonesia & tvOne/Happy Oktavia
Denada Disebut Biayai Kebutuhan Hidup Ressa, Pihak Keluarga Bantah Keras: 100 Persen Tidak Ada Sumbangsih
Jakarta, tvOnenews.com - Moh Firdaus Yulianto, keluarga adik mendiang ibunda Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan, almarhumah Emilia Contessa, membantah sang penyanyi membiayai Al Ressa Rizky Rosano (24).
Kemunculan Firdaus Yulianto sebagai penggugat Denada Tambunan yang mewakili Ressa Rizky Rosano. Ressa sendiri mengaku sebagai anak kandung ditelantarkan Denada sehingga menggugat ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi pada 26 November 2025.
Dalam tayangan dari Cumicumi dan Intens Investigasi, Firdaus Yulianto juga selaku kuasa hukum Ressa menyoroti kabar Denada Tambunan membiayai kebutuhan hidup Ressa.
Firdaus membantah keras kabar Denada membantu perekonomian keluarga paman dan bibinya. Menurutnya, sang penyanyi diduga telah menelantarkan Ressa selaku anak kandungnya.
"Saya harus menjelaskan bahwa, sebetulnya konteksnya adalah pertanggungjawaban yang diminta dalam gugatan saya. Seharusnya pertanggungjawaban itu bentuk kewajiban dari seorang ibu," ujar Firdaus dikutip tvOnenews.com, Minggu (11/1/2026).
Dalam gugatan tersebut, Ressa memiliki dasar hukum kuat yang mengacu pada Pasal 43 Ayat 1 tentang hubungan perdata seorang anak dengan ibunya.
"Secara perdata, itu memiliki hubungan keperdataan dengan anaknya, yaitu hak untuk merawat, kewajiban untuk merawat, kewajiban untuk menafkahi, kewajiban untuk memberikan biaya pendidikan," jelasnya.
Keluarga Paman Denada Tidak Dapat Bantuan Ekonomi
- Tangkapan layar YouTube Intens Investigasi
Ia menjelaskan, seorang ibu juga mempunyai hak dan kewajiban memberikan biaya sakit hingga kebutuhan hidup anak kandung. Sayangnya, perekonomian Ressa dan keluarga paman dan bibi Denada sama sekali tidak dibantu oleh sang artis.
"Itu sama sekali tidak ada atensi dari Denada sebagai ibunya. Sudah hampir 100 persen full itu, tidak ada sumbangsih sama sekali," katanya.
Dalam kesempatan itu, Firdaus menjelaskan, Ressa dirawat adik kandung mendiang almarhumah Emilia Contessa, Dino Rossano Hansa. Hal itu terjadi sejak Ressa diasuh usai dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi.
Keluarga Dino sama sekali tidak mendapat bantuan perekonomian sepeser pun dari Denada. Padahal, tujuannya mulia bantu merawat Ressa yang kini telah usia 24 tahun.
Ia mengungkapkan bahwa, perekonomian keluarga Dino sudah sulit sedari dulu. Kini semakin terpuruk sejak mendiang ibunda Denada meninggal dunia.
Maka dari itu, Firdaus selaku anak menantu dari keluarga Dino Rossano menepis keras asumsi terkait Denada dan keluarganya membiayai Ressa diduga sebagai anak biologis sang penyanyi.
Ia mendengar kabar Ressa kini tinggal di salah satu kediaman Denada. Lokasi rumah tersebut berada di Jalan Gajahmada, di kawasan Banyuwangi, Jawa Timur.
"Itu makanya pemberitaan yang kemarin itu selama ini dibiayai sama almarhumah selaku neneknya yaitu Emilia Contessa, itu tidak benar. Katanya si Ressa juga diberikan fasilitas rumah, itu tidak benar," tegasnya.
Ia menegaskan, pihak yang membantu perekonomian keluarga merawat Ressa adalah sosok ibu kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus nenek dari Denada, almarhumah RA Susiani.
"Yang itu harus dipertegas, seakan-akan kalau semuanya melihat bahwa Ressa selama ini mendapatkan penghidupan atau sedikit uang jajan dari almarhumah Emilia Contessa itu tidak, yang dimaksud itu RA Susiani," ucapnya.
Ressa Ceritakan Kisah Pilu Diduga Ditelantarkan Denada
- tvOne - Happy Oktavia
Sebelumnya, Ressa ditemani oleh tim kuasa hukumnya menggugat Denada ke PN Banyuwangi. Pemuda asal Banyuwangi itu meminta ganti rugi sebesar Rp7 miliar atas dugaan penelantaran anak.
Ressa menceritakan kisah pilu hidupnya. Ia merasakan keterbatasan ekonomi di bawah asuhan keluarga Dino.
Ressa pernah mengatakan, ia pernah bertemu dengan Denada. Ia memanggil sang penyanyi "Mbak" atau "Kakak" karena merasa sebagai adik sepupu.
"Pernah bertemu beberapa kali. Saya juga memanggil, Mbak Denada," kata Ressa.
Ironisnya, Ressa merasa tidak dianggap sama sekali. Ia sangat menginginkan bertemu dengan ibu kandungnya.
Ressa mengungkapkan sejak kecil tidak mengetahui keluarga yang mengasuhnya bukanlah orang tua aslinya. Ia pun baru mendapatkan titik kejelasan bahwa ibu kandungnya adalah Denada.
"Saya tidak pernah bertemu meski Idul Fitri, tetapi saya mengetahui dia ibu biologis saya. Saya mencari tahu sendiri," jelas Ressa.
Ressa mengaku pernah ditawari kuliah di Ibu Kota. Karena keterbatasan ekonomi, ia memilih kampus swasta di Banyuwangi.
"Sempat kuliah sampai semester 4, tapi DO, nggak kuat bayar," ngakunya.
Ressa mengaku tinggal di sebuah rumah di Jalan Gajahmada, Banyuwangi. Rumah tersebut menjadi tempat singgahnya setelah sibuk bekerja menjaga toko kelontong 24 jam.
"Begitu saya adanya itu, makan sehari satu kali pernah, memang saya tinggalnya terakhir sampai sekarang di Jalan Gajahmada, di gudang belakang yang dijadikan kamar," terangnya.
Ressa pun resmi menggugat Denada untuk meminta pertanggungjawaban. Gugatan tersebut telah terdaftar dengan nomor perkara 288.
Sementara, Muhammad Iqbal, kuasa hukum Denada, merespons gugatan dari Ressa. Ia mengatakan, kliennya masih tampil santai dan tidak ada kekhawatiran atas perkara tersebut.
"Respon Denada intinya santai, tidak apa-apa," ujar Iqbal, Sabtu (10/1/2026).
Iqbal mengatakan, agenda pertemuan sebelumnya berupa mediasi. Meski begitu, momen tersebut tidak berjalan sempurna lantaran Denada tidak hadir.
Denada sempat berkonsultasi dan meminta arahan untuk menjalani persidangan. Sementara, Iqbal selaku kuasa hukumnya kini telah meminta surat gugatan untuk menghadapi proses sidang ke depannya.
"Konstruksi hukum dan apa yang diminta juga belum jelas, kita butuh baca dulu surat gugatannya," lanjutnya.
Iqbal mengungkapkan, jadwal mediasi untuk menyikapi gugatan tersebut direncanakan pada Kamis depan.
(hap)