- Istockphoto
Mungkinkah Inovasi AI Pertanian Karya Pelajar Indonesia Mengubah Wajah Agrikultur Global?
tvOnenews.com - Perkembangan teknologi pertanian di Indonesia terus menunjukkan arah yang menjanjikan, seiring meningkatnya adopsi inovasi berbasis digital dan kecerdasan buatan.
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor agrikultur tak lagi identik dengan metode konvensional, melainkan mulai memanfaatkan sensor pintar, Internet of Things (IoT), hingga analisis data berbasis AI untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan.
Transformasi ini sejalan dengan tren global menuju smart farming yang telah lebih dulu diterapkan di negara-negara maju.
Di Jepang, misalnya, teknologi pertanian presisi digunakan untuk memantau kondisi tanah dan tanaman secara real time melalui sensor dan drone, sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Pertanian Jepang (MAFF).
Sementara itu, Amerika Serikat melalui riset yang didukung USDA mengembangkan sistem analisis tanah berbasis data untuk membantu petani menentukan kebutuhan pupuk secara presisi dan efisien.
Pendekatan serupa juga didorong oleh FAO sebagai bagian dari agenda pertanian berkelanjutan global di era perubahan iklim. Di tengah arus inovasi dunia tersebut, Indonesia tak ketinggalan menunjukkan kapasitasnya.
Anak-anak muda Tanah Air mulai mengambil peran penting dalam menghadirkan solusi teknologi pertanian yang relevan dengan kebutuhan lokal. Salah satu bukti nyatanya adalah keberhasilan inovasi SoilPIN, alat pendeteksi tanah berbasis AI karya pelajar Indonesia, yang sukses mencuri perhatian dunia internasional.
Alat Cerdas Pendeteksi Tanah Berbasis AI
Melansir dari berbagai sumber, Inovasi SoilPIN berhasil mengantarkan tim pengembangnya meraih Medali Emas (Gold Medal) pada ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026.
Kompetisi bergengsi yang digelar oleh National Research Council of Thailand (NRCT) tersebut berlangsung pada 5–9 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan Thailand Inventors’ Day 2026.
SoilPIN dirancang sebagai alat portabel berbentuk pin yang ditenagai baterai internal. Fungsinya adalah mendeteksi kualitas tanah secara cepat dan akurat, kemudian mengirimkan data ke aplikasi digital yang dilengkapi analisis berbasis kecerdasan buatan.
Melalui tujuh sensor terintegrasi, perangkat ini mampu mengukur delapan parameter tanah penting dalam waktu kurang dari satu menit.
Parameter yang dianalisis meliputi tingkat keasaman tanah (pH) dengan sensor ISFET, salinitas dan konduktivitas listrik, kelembapan serta suhu tanah, hingga kandungan nutrisi utama seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K).