- YouTube/denadaindonesia
Ressa Ungkap Jejak Masa Lalu Denada, Sebut Warga Banyuwangi Sudah Tahu soal Isu Anak di Luar Nikah
tvOnenews.com - Kasus gugatan yang melibatkan nama artis Denada Tambunan terus menjadi sorotan publik.
Perkara perdata yang diajukan oleh Ressa Rizky Rossano di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kini memasuki tahap mediasi kedua.
Namun, Denada kembali dipastikan tidak hadir dalam agenda tersebut dengan alasan pekerjaan syuting di luar kota.
Kuasa hukum Ressa, Andika Meigista, mengonfirmasi bahwa agenda mediasi yang dijadwalkan kemarin Kamis, (15/1/2026) belum dapat dilanjutkan karena ketidakhadiran pihak tergugat.
“Tadi kita sudah melaksanakan mediasi kedua. Jadi mediasi ini belum bisa terlaksana karena prinsipal tidak dapat hadir. Kebetulan masih sibuk dengan kegiatan syuting,” ujar Andika dilansir dari Cumicumi.
Pihak Ressa berharap agar Denada menunjukkan itikad baik dengan hadir langsung dalam mediasi berikutnya.
“Insyaallah minggu depan kita akan ketemu lagi. Kami berharap prinsipal dari pihak tergugat bisa hadir ke PN Banyuwangi. Kami juga meminta agar pihak tergugat memberikan surat kuasa mediasi agar dapat mengambil keputusan secara sah,” tambah Andika.
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @denadaindonesia
Di tengah proses hukum tersebut, muncul kembali isu lama mengenai masa lalu Denada yang disebut sudah lama menjadi perbincangan warga Banyuwangi.
Ressa yang kini berusia 24 tahun mengaku bahwa rumor tentang dirinya sebagai anak kandung Denada sudah terdengar sejak ia duduk di bangku SMP.
“Mulai sekolah di tingkat SMP, ya mencari tahu dengan cara sendiri apapun itu,” ujar Ressa.
Ia menambahkan bahwa desas-desus soal Denada memiliki anak di Banyuwangi bukanlah hal baru bagi masyarakat sekitar.
"Banyak yang ngomong, jadi se-Banyuwangi ini aslinya sudah tahu mulai dulu. Tapi kan aku harus mengklarifikasi, harus cari tahu sendiri,” ungkapnya.
Meski begitu, Ressa menegaskan bahwa ia tidak pernah berusaha mencari keuntungan dari isu ini.
Ia justru mengaku hidup mandiri dan bekerja keras tanpa bantuan siapa pun, termasuk Denada.
Saat ditanya apakah pernah menanyakan langsung kepada Denada mengenai hubungan darah mereka, Ressa menjawab singkat, “Enggak.”
- Instagram @denadaindonesia
Menurutnya, pertemuan antara dirinya dan Denada sangat jarang terjadi. Bahkan di momen-momen penting seperti Lebaran atau pergantian tahun, mereka tidak pernah berinteraksi secara langsung.
Ressa menceritakan bahwa terakhir kali ia bertemu Denada adalah saat neneknya, Emilia Contessa, meninggal dunia.
“Itu pun ya cuma salim aja, datang salim,” kata Ressa.
Ia menambahkan, “Nggak pernah bertemu, Idul Fitri nggak, tahun baru nggak.”
Ressa mengungkap bahwa sebelum kasus ini ramai diperbincangkan, ia sempat mencoba menjalin komunikasi dengan Denada lewat pesan singkat, namun tidak mendapat respons.
“Sebelum kayak gini kita sempat nge-chat tentang semua hal ini, tapi nggak ada tanggapan,” katanya.
Di sisi lain, isu bahwa Denada memiliki anak di Banyuwangi sudah lama beredar dan dianggap sebagai rahasia umum.
Warga setempat disebut telah mengetahui kabar tersebut sejak lama, meskipun tidak pernah ada konfirmasi resmi dari pihak Denada.
Ressa sendiri kini menuntut pengakuan hukum dan ganti rugi atas dugaan penelantaran yang ia alami sejak kecil.
Sementara itu, Denada melalui kuasa hukumnya, Muhammad Ikbal, menegaskan bahwa kliennya masih ingin menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.
Kasus ini masih akan berlanjut pada mediasi lanjutan di PN Banyuwangi pekan depan. Publik kini menantikan apakah Denada akan hadir langsung dan memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Ressa. (adk)