- Kolase Instagram/@denadaindonesia & tvOne/Happy Oktavia
Pengakuan Ressa Rizky Rossano di Tengah Gugat Denada Dugaan Penelantaran Anak, Ungkap Pernah Jadi Sopir Pribadi
Dalam kesempatan itu, pemuda asal Banyuwangi tersebut mengatakan, pekerjaan sopir pribadi tersebut untuk keluarga almarhumah Emilia Contessa. Pasalnya, ibu Denada itu dikenal sebagai penyanyi senior era 1970-an.
Menariknya, pekerjaan sebagai sopir pribadi di tengah keberlangsungan saat mendiang Emilia sibuk kampanye. Bahkan, ia mendapat upah untuk menambah penghasilan pribadinya.
"Saya pernah menjadi sopir pribadi Bunda Emilia. Saya juga suka disuruh dengan Mama buat dapat upah," ngakunya.
Berdasarkan catatan rekam jejak kampanye dan karier politik Emilia Contessa, mendiang penyanyi legendaris itu pernah memulai kiprah politiknya sebagai calon Wakil Bupati Banyuwangi pada Pilkada 2010.
Di dunia politiknya, mendiang Emilia juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk wilayah perwakilan Jawa Timur periode 2014-2019.
Selain itu, mendiang ibu Denada juga pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI lewat Partai Amanat Nasional (PAN). Hal itu terjadi saat Pemilu 2019.
Kemudian, Emilia pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI dari Jatim pada Pemilu 2024. Ia sempat mundur dari pencalonan DPD mendekati Pemilu 2024, karena memutuskan pindah sebagai caleg DPR RI dari Partai PERINDO.
Di tengah masa kampanye itu, Ressa setia menjadi sopir pribadi keluarga mendiang Emilia. Bahkan ia memperoleh upah dengan gaji sebesar Rp2.500.000 atau Rp2,5 juta per bulan.
Walau begitu, status Ressa sebagai adik sepupu Denada yang bekerja dan mendapatkan upah. Ia merasa sama sekali tidak mendapatkan nafkah dan tanggung jawab dari sang artis.
Maka dari itu, Ressa melayangkan gugatan meminta ganti rugi sebesar Rp7 miliar. Berdasarkan dari keterangan kuasa hukumnya, Moh Firdaus Yulianto, tujuan Ressa mengajukan tuntutan untuk meminta pertanggungjawaban dari Denada.
Ressa mengetahui kasus dugaan penelantaran anak kandung dialami olehnya mencuri perhatian publik. Bahkan sampai ada yang menghujat karena menuduh pemuda asal Banyuwangi itu hanya panjat sosial (pansos).
Bagi netizen, kemunculannya untuk mengambil keuntungan di tengah kesempatan. Akan tetapi, Ressa membantah dirinya mencari panggung demi mengejar popularitas agar dikenal khalayak.
"Saya tidak memerlukan itu, lagi pula saya bukan pansos, tapi ini adalah kenyataan hidup yang saya lalui," ucap dia.