- Kolase Istimewa & Instagram/@@senator_emiliacontessa
Adik Emilia Contessa Sakit Hati Dituding Gelapkan Mobil, Berujung Gugat Balik Denada
tvOnenews.com - Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama penyanyi Denada Tambunan memasuki babak baru.
Perselisihan yang melibatkan keluarga besar mendiang Emilia Contessa ini ternyata bukan hanya soal hak asuh, melainkan juga berawal dari persoalan mobil yang kini memicu saling gugat antar pihak keluarga.
Selama ini, sosok Ressa Rizky Rossano, yang disebut-sebut sebagai anak kandung Denada, diketahui tinggal bersama adik kandung Emilia Contessa, yakni Dino Rossano Hansa, dan istrinya di Banyuwangi.
Mereka berdua lah yang selama ini merawat Ressa sejak kecil, bahkan sebelum kabar gugatan terhadap Denada ramai diberitakan publik.
Namun kini, pihak keluarga Dino Rossano justru balik menggugat Denada ke pengadilan.
Menurut kuasa hukum mereka, Ronald Armada, akar dari konflik ini bermula dari masalah mobil yang disebut telah membuat keluarga asuh Ressa sakit hati karena dituding menggelapkan kendaraan tersebut.
- Tangkapan layar
“Jadi cikal bakal motivasi saya ngajukan gugatan ini awalnya dari mobil. Mobil itu sebetulnya Ressa yang membeli, dengan uang yang diberikan oleh pamannya dan bibinya untuk DP mobil nilainya Rp90 juta, tetapi yang dimasukkan hanya Rp20 juta,” ungkap Ronald Armada melalui Telekonferensi diunggah di kanal YouTube Intens Investigasi.
Ronald kemudian menjelaskan bahwa mobil tersebut sebenarnya digunakan oleh Ressa untuk membantu aktivitas sehari-harinya, termasuk untuk mencari penghasilan.
Menurutnya, Ressa sempat diarahkan oleh pihak keluarga Denada agar menanggung sendiri cicilan mobil tersebut melalui pekerjaan serabutan seperti menyewakan kendaraan atau menjadi pengemudi transportasi daring.
“Ressa itu selama dengan almarhum Emilia Contessa kerja jadi sopirnya, digaji Rp2,5 juta per bulan. Kemudian difasilitasi mobil, tapi disuruh kredit dan membayar cicilannya sendiri, entah dengan cara menyewakan mobil itu atau dengan cara nge-grab,” lanjut Ronald.
Namun persoalan menjadi rumit ketika diketahui mobil itu ternyata atas nama adik kandung Denada.
Karena terjadi keterlambatan pembayaran cicilan, pihak adik Denada kemudian melayangkan somasi bahkan sampai mendatangkan polisi ke rumah keluarga yang selama ini mengasuh Ressa.
“Dan mobil itu bukan atas nama Ressa, tapi atas nama adiknya Denada. Karena keterlambatan membayar cicilan, adiknya itu kemudian mensomasi bahkan mendatangkan polisi ke rumah mamanya Ressa yang sekarang mengasuh. Sampai mamanya hampir pingsan gara-gara dituduh melakukan penggelapan mobil,” tegas Ronald.
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @denadaindonesia
Insiden inilah yang menjadi titik awal munculnya gugatan balik terhadap Denada.
Ronald menyebut, pihak keluarga Ressa merasa sangat tersinggung dan tertekan secara psikologis karena telah difitnah.
Mereka merasa Denada seharusnya berterima kasih kepada keluarga yang selama ini merawat Ressa, bukan justru mempersulit atau menuduh dengan hal yang tak berdasar.
“Yang memberikan DP pembelian mobil itu adalah ayah sama mamanya (yang mengurus Ressa). Seharusnya kalau memang punya tanggung jawab, ibunya dalam hal ini Denada yang membelikan mobil itu,” ujar Ronald menegaskan.
Pihak keluarga juga menilai tindakan pelaporan dugaan penggelapan mobil itu terlalu berlebihan dan mencoreng martabat mereka yang selama ini telah membantu mengasuh dan membesarkan Ressa.
Rasa kecewa itu yang akhirnya mendorong mereka untuk membawa perkara ini ke jalur hukum.
“Saya sebagai anak menantunya dari paman dan bibinya sakit hati ketika mertua saya didatangi polisi, dituduh melakukan penggelapan mobil. Itu yang bikin saya jengkel, yang bikin saya marah, dan memotivasi saya untuk mengajukan gugatan ini,” kata Ronald dengan nada kesal.
Kini, perkara tersebut terus bergulir di pengadilan dan menjadi sorotan publik.
Denada sendiri sudah berkali-kali mangkir dari mediasi yang sudah dijadwalkan oleh Pengadilan Banyuwangi. (adk)