- Instagram @fuji_an
Kasus Fuji Ditipu Admin Naik ke Penyidikan, Kuasa Hukum Siapkan 2 Hal Ini
Fuji dijadwalkan kembali mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis, 29 Januari 2026, guna menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sekaligus menyerahkan bukti tambahan.
Menjawab pertanyaan awak media, Sandy Arifin menegaskan bahwa terlapor dalam kasus ini bukanlah manajer, melainkan admin yang menangani urusan endorsement.
“Ini case-nya yang admin. Adminnya bukan manajer, jadi admin endorse-nya. Untuk namanya saya tidak bisa memberikan keterangan, biar bisa ditanyakan ke pihak sendiri. Tapi yang pasti ada beberapa transaksi yang melalui media, lewat handphone,” katanya.
Fuji kemudian menimpali bahwa transaksi tersebut dilakukan melalui perangkat kerja.
“Lewat HP kerja,” ujar Fuji singkat.
Sandy Arifin pun mengonfirmasi pernyataan tersebut.
“Lewat handphone kerjanya maksudnya,” tambahnya.
Kasus Fuji Ditipu Admin ini menjadi pengalaman pahit kedua. Saat ditanya apakah dirinya mudah percaya pada orang di lingkungan kerja, Fuji mengaku sudah berusaha lebih berhati-hati dibandingkan sebelumnya.
“Kalau mungkin yang dulu, ya, yang kasus mantan manajer aku itu karena aku terlalu percaya dan terlalu sayang sama dia kali ya. Kalau yang sekarang tuh menurut aku sistemnya sudah lumayan ketat, sudah lumayan rapi,” ujar Fuji.
Namun, Fuji menduga penipuan kali ini tidak dilakukan oleh satu orang saja.
“Walaupun aku laporin satu orang, dia tuh kayak komplotan gitu loh. Jadi ada kerja sama sama tim yang lain. Enggak satu orang, dua orang, tapi kayak hampir, berapa ya, mungkin empat orang, lima orang. Jadi saling nge-back up,” ungkapnya.
Ia mengaku tidak menyadari adanya praktik di belakang layar tersebut.
“Jadi di situ aku enggak tahu kalau misalnya mereka main belakang. Tapi yang aku laporin baru satu orang sih kali ini. Enggak tahu kalau ke depannya mungkin tahu suatu hal lagi, mungkin proses juga kali,” tambah Fuji.
Kasus ini mengingatkan publik pada pengalaman pahit Fuji sebelumnya. Ia sempat melaporkan mantan manajernya, Batara Ageng, karena tidak menyalurkan bayaran dari brand-brand yang bekerja sama dengannya. Dalam kasus tersebut, Fuji mengalami kerugian hingga Rp1,3 miliar.