- Kolase tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo & Instagram/@denadaindonesia
Tak Disangka, Ressa Rizky Rossano Belum Puas meski Sudah Diakui oleh Denada, Desak Harus Keluar dari Mulutnya
"Pertama, Denada itu tidak pernah tidak menganggap Ressa itu sebagai anak. Garis bawahi itu masalah anak ini," ungkap Iqbal.
Ia menambahkan, Denada justru tidak merasa membuang atau menelantarkan Ressa. Lagi pula, sang rapper papan atas itu selalu mengakui pemuda asal Banyuwangi tersebut.
"Mbak Denada itu tidak pernah tidak mengakui," tegasnya.
Denada Dinilai Selalu Beri Kasih Sayang kepada Ressa Rizky Rossano
- Kolase Instagram/@denadaindonesia & tvOne/Happy Oktavia
Lebih lanjut, penyanyi kelahiran 19 Desember 1978 itu memberikan seluruh kasih sayangnya kepada Ressa. Denada sendiri juga kerap memenuhi segala kebutuhan anak kandungnya.
Bagi Iqbal, Ressa tidak mengalami kekurangan dari segala kebutuhan maupun kasih sayang. Kuasa hukum Denada itu menegaskan, tindakan seperti itu sudah lebih dari cukup.
"Mas Ressa ini bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak. Bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan. Tetapi, kok tiba-tiba ada gugatan ini? Aneh juga ya," paparnya.
Hanya saja pemberian Denada terhambat oleh jarak. Iqbal memahami hal itu lantaran ada upaya dari kliennya mengasihi Ressa Rizky.
"Karena jaraknya jauh, mungkin nggak setiap hari kan, hanya gitu aja kok. Lagi pula, fasilitas juga dikasih," lanjutnya.
Diketahui, Denada digugat Ressa di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Gugatan perdata minta ganti rugi sebesar Rp13,65 miliar telah terdaftar sejak 26 November 2025, dengan nomor perkara 288.
Jadwal sidang mediasi antara Denada dan Ressa telah berlangsung sejak 8 Januari 2026. Hingga gelaran ketiga, sang penyanyi masih mangkir dari persidangan.
Bagi Iqbal, masa-masa proses sidang mediasi menjadi tahap cooling down atau pendinginan. Pasalnya, Denada juga sedang mengintrospeksi diri dan kuat menghadapi gugatan dari Ressa.
"Jangan membuat gaduh di podcast, di medsos apa semua, seharusnya jangan. Makanya pihak Denada ini nggak mau keluar statement apa pun kemarin pada saat masa-masa mediasi. Tujuannya itu ke arah sana. Tapi, penggugat sendiri membuat gaduh, ke podcast sana-sini, ngomong gini-gini yang nggak sesuai fakta bagi kita," tegasnya.