news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Vicky Prasetyo.
Sumber :
  • Instagram @vickyprasetyo777

Dituding Tilep Rp700 Juta untuk Pilkada, Ini Rekam Jejak Kegagalan Vicky Prasetyo di Dunia Politik

Vicky Prasetyo dilaporkan ke polisi oleh Nunun Lusida karena diduga tidak mengembalikan uang Rp700 juta. Ini deretan kegagalannya di dunia politik.
Selasa, 17 Februari 2026 - 19:13 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nama Vicky Prasetyo kembali jadi perbincangan publik usai mengutang uang ratusan juta rupiah.

Seorang perempuan bernama Nunun Lusida melaporkan Vicky ke pihak kepolisian karena uang sebesar Rp700 juta yang ia pinjam tak kunjung dikembalikan.

Uang tersebut disebut-sebut dipinjam untuk kebutuhan kampanye politik menjelang Pilkada 2024 di Kabupaten Bandung Barat.

Menurut keterangan Nunun Lusida, kasus bermula ketika Vicky berkunjung ke rumahnya di Bandung dan mengutarakan niat untuk maju dalam Pilkada Bandung Barat.

Dalam pertemuan itu, Vicky bahkan menjanjikan bahwa mantan suami Nunun akan dijadikan calon wakil bupati yang mendampinginya.

“Waktu itu Vicky meminta uang sebesar Rp700 juta kepada saya dengan janji akan menggandeng mantan suami saya dijadikan pendamping dirinya sebagai calon wakil bupati di Kabupaten Bandung Barat. Vicky sangat meyakinkan saya, dan berjanji akan segera mengembalikan pinjaman itu dalam tempo 3 hari,” ujar Nunun Lusida, dikutip dari kanal Cumicumi.

Nunun mengaku tergoda karena bujuk rayu Vicky yang tampak sangat yakin dengan langkah politiknya.

Namun, janji tinggal janji. Hingga kini, uang yang dipinjam belum juga dikembalikan, bahkan tak ada kejelasan dari pihak Vicky.

Vicky Prasetyo
Sumber :
  • Tim tvOne - Mohammad Hamzah

“Gara-gara ini rumah tangga saya juga hancur. Saya juga jadi kelabakan. Sekarang saya kesulitan hidup juga,” ungkapnya sambil menangis.

Kuasa hukum Nunun, James Tambunan, mengungkapkan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Polres Cimahi sejak 2024, bahkan somasi juga sudah dikirimkan. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Oleh karena uang itu tidak dikembalikan, rumah tangga klien saya juga ikut hancur. Dia hanya dijanjikan terus, tapi tak ada realisasi. Banyak bukti percakapan yang menunjukkan janji-janji Vicky. Kami sudah melapor, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” kata James.

Masalah hukum ini menambah panjang deretan kegagalan Vicky Prasetyo dalam dunia politik.

Sebelumnya, ia memang dikenal beberapa kali mencoba peruntungan di dunia pemerintahan, namun hasilnya selalu nihil.

Salah satu kegagalannya terjadi pada Pilkada Kabupaten Pemalang 2024.

Saat itu, Vicky maju sebagai calon Bupati Pemalang bersama Muchamad Suwandi, diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Vicky Prasetyo saat pengambilan nomor urut paslon beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • Tim tvOne - Mohammad Hamzah

Berdasarkan hasil real count dari dokumen Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU), pasangan Vicky-Suwandi menempati posisi paling rendah di berbagai wilayah.

Mereka kalah telak dari dua pasangan lain, yakni Mansur Hidayat-Bobby Dewantara dan Anom Widiyantoro-Nurkholes.

Kekalahan di Pemalang bukan satu-satunya. Masih di tahun yang sama, Vicky Prasetyo juga sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Perindo, mewakili daerah pemilihan Depok dan Bekasi (Jawa Barat VI).

Meski memperoleh suara tertinggi di internal partainya, yakni sekitar 1.800 suara, ia gagal lolos ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) karena Partai Perindo tidak mencapai ambang batas parlemen sebesar 4 persen, partai tersebut hanya meraih 1,3 persen suara nasional.

Jika menilik ke belakang, ambisi politik Vicky sudah dimulai sejak lama.

Pada tahun 2018, ia sempat mengikuti penjaringan bakal calon Wali Kota Bekasi melalui Partai Amanat Nasional (PAN).

Namun, langkahnya terhenti karena partai memutuskan untuk mengusung pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto.

Lebih jauh lagi, Vicky bahkan pernah mencoba peruntungan di level lokal pada Pemilihan Kepala Desa Karang Asih, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada 2012.

Saat itu, ia bersaing dengan sembilan calon lain dan hanya memperoleh 2.869 suara, sehingga gagal memenangkan pilkades.

Serangkaian kegagalan tersebut kini menambah catatan panjang perjalanan Vicky Prasetyo di dunia politik. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
08:11
03:01
01:30
04:46
05:55

Viral