- YouTube/ChristinaLie
Ustaz Felix Siauw Tanggapi Serangan Israel ke Iran, Sebut Board of Peace Trump Cuma “Akal-akalan”
tvOnenews.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Serangan ini menargetkan sejumlah kota penting seperti Teheran, Isfahan, dan Tabriz, dengan sasaran serangan instalasi militer, fasilitas nuklir, dan gedung-gedung pemerintah.
Kementerian Pertahanan Iran melaporkan bahwa sejumlah lokasi strategis mengalami kerusakan berat akibat serangan rudal Israel-AS.
Iran pun tak tinggal diam. Dalam hitungan jam, Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel, bahkan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Bentrok ini memicu sirene serangan udara di berbagai kota besar Israel dan menimbulkan kepanikan massal.
Fasilitas publik ditutup, penerbangan sipil dihentikan.
Namun yang paling menggemparkan dunia adalah pernyataan Donald Trump, yang mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu, 1 Maret 2026.
Dalam postingannya di media sosial, Trump menulis bahwa serangan tersebut adalah langkah besar menuju “peace throughout the Middle East.”
- Tangkapan Layar/ANTARA/Martha Herlinawati S
Pernyataan itu sontak memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dari Ustaz Felix Siauw, yang menilai langkah tersebut justru menunjukkan ironi politik global.
Dalam video yang diunggah ke media sosial pribadinya, Ustaz Felix Siauw menyoroti pernyataan Donald Trump dan menyebut proyek Board of Peace (BOP) ciptaan presiden Amerika itu hanyalah akal-akalan.
“Teman-teman sekalian, bos BOP Donald Trump nyerang Iran, newasin banyak banget orang-orang, dan tentu saja ini diinisiasi juga oleh Israel. Mereka berdua, Amerika dan Israel, nyerang Iran, dan ini adalah officially, resmi, World War ketiga sebagaimana yang kita takutkan,” ujar Felix dalam potongan video yang viral.
Menurutnya, istilah peace yang digunakan Trump hanyalah pembenaran untuk melancarkan agresi militer dan menutupi ambisi kekuasaan global.
“Trump bilang ini semua dilakukan untuk peace throughout the Middle East. Dia mengatasnamakan peace, mengatasnamakan kedamaian. Jadi, teman-teman sudah tahu sekarang seperti apa peace yang dimaksud di dalam Board of Peace. Artinya perdamaian versi Trump adalah dia boleh menyerang siapa pun, menghancurkan siapa pun. Itu perdamaian yang dia maksud,” lanjutnya.