news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pastor Gilbert Lumoindong Serukan Doa Perdamaian di Tengah Konflik Iran vs AS–Israel.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @pastorgilbertl / ANTARA/Anadolu/py/am.

Pastor Gilbert Lumoindong Serukan Doa Perdamaian di Tengah Konflik Iran vs AS–Israel

Pastor Gilbert Lumoindong serukan doa perdamaian di tengah konflik Iran vs AS–Israel dan ajak gereja bersatu mendoakan dunia agar damai tanpa korban sipil
Minggu, 1 Maret 2026 - 21:53 WIB
Reporter:
Editor :

 

tvOnenews.com - Konflik Iran vs AS–Israel yang memanas dalam beberapa waktu terakhir turut mendapat perhatian dari tokoh agama di Indonesia. 

Melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, Pastor Gilbert Lumoindong menyampaikan seruan doa perdamaian di tengah eskalasi situasi yang melibatkan iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dalam pernyataannya, Pastor Gilbert merespons kabar mengenai serangan udara Israel bersama Amerika yang disebut terjadi setelah negosiasi terkait penghentian pengayaan uranium dan persenjataan nuklir menemui jalan buntu.


Pastor Gilbert Lumoindong Serukan Doa Perdamaian di Tengah Konflik Iran vs AS–Israel. (Sumber: Instagram @pastorgilbertl)

Pastor Gilbert menyampaikan, “Haleluyah, haleluyah. Saya Gilbert Lumoindong dalam meresponsi serangan udara Israel bersama dengan Amerika karena negosiasi penghentian pengayaan uranium dan persenjataan nuklir yang tidak dapat selesai, menemukan jalan buntu. Akhirnya negosiasi itu berakhir dengan serangan udara Israel yang bekerja sama dengan Mesir dan juga dengan Saudi Arabia, negara-negara Uni Emirat Arab, dan beberapa negara-negara lainnya.”

Ia juga melanjutkan, “Dan setelah itu kemudian menurut otoritas Israel dan juga Amerika, pemimpin tertinggi spiritual di Iran, Ayatollah Ali Khamenei, diperkirakan eliminated. Jadi dari itu ini adalah fase-fase yang tidak menyenangkan untuk didengar, tetapi saya percaya Roma 8:28, ‘Allah turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan.’”

Menurut Pastor Gilbert, situasi kemudian semakin memanas setelah adanya serangan balasan dari Iran.

“Kemudian Iran memberikan serangan-serangan membabi buta ke arah Bahrain, ke arah Dubai, dan Qatar, dan beberapa daerah-daerah lainnya di sekitar Teluk, dan serangan kepada Israel. Dan karena itu sebagian berkata perang dunia, tetapi saya yakin tidak, karena Iran tidak didukung oleh siapa pun, tetapi semua negara-negara Arab justru bersatu dan memberi dukungan kepada Israel dan Amerika. Bahkan Turki sedang mengajukan diri untuk menjadi mediator,” jelas Pastor Gilbert.

Di tengah ketegangan konflik Iran vs AS–Israel tersebut, Pastor Gilbert dengan rendah hati mengajak gereja-gereja untuk mengambil peran melalui doa.

“Gereja-gereja, hamba-hamba Tuhan, khusus di hari Minggu yang luar biasa, sebagian gereja di minggu pertama biasa mengadakan perjamuan suci, inilah waktu yang tepat untuk mendoakan perdamaian.”

Ia menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan bukan untuk menentukan pihak yang menang atau kalah, melainkan untuk menghentikan pertumpahan darah.

“Kita bukan mendoakan siapa yang menang, tapi kita berdoa supaya perdamaian boleh terjadi. Kita berdoa supaya darah tidak tertumpah dengan sembarangan, dan tidak ada lagi orang-orang sipil, anak-anak, dan wanita menjadi korban peperangan ini,” ujar Pastor Gilbert.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya dalam doa, “Kita berdoa dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, damai sejahtera. Karena dalam firman Tuhan berkata bahwa akan ada masanya semua damai, damai, damai.”

Pastor Gilbert juga menyinggung adanya inisiatif pembentukan forum perdamaian internasional.

“Dan atas inisiasi Amerika sedang juga dipersiapkan Board of Peace, dan puji Tuhan Indonesia ada di dalamnya. Jadi ini waktu yang tepat untuk di setiap gereja di hari Minggu pertama di masa kita menerima perjamuan suci untuk mengadakan doa khusus, doa perdamaian. Karena firman Tuhan katakan, umat yang atas nama-Ku disebut, berdoa, merendahkan diri, mencari wajah-Ku, maka Aku akan menjawabnya dari surga.”

Sebagai penutup, Pastor Gilbert menyampaikan salam damai bagi masyarakat Indonesia.

“Salam damai, penuh kehangatan cinta di dalam Kristus Yesus. Berdoa untuk damai karena anak-anak Tuhan selalu membawa damai. Salam damai untuk Indonesia,” tutupnya.

Seruan ini menjadi pengingat bahwa di tengah konflik Iran yang memanas dan ketegangan geopolitik global, suara doa dan harapan akan perdamaian tetap bergema dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral