- Instagram/tehrantimes79
Siapa Saja 3 Dewan Kepemimpinan Sementara Iran Setelah Khamenei Wafat? Ini Sosoknya!
Setelah tahun 2005, ia menjabat sebagai anggota parlemen yang mewakili kota Tabriz di barat laut Iran.
Dalam karier politiknya, Pezeshkian kerap menyuarakan reformasi sosial dan ekonomi.
Ia berkomitmen untuk melonggarkan kebijakan sosial dalam negeri serta memperbaiki hubungan luar negeri tanpa meninggalkan nilai-nilai revolusi Islam.
Dalam menanggapi pembunuhan Khamenei, Pezeshkian menyampaikan pernyataan keras bahwa Iran memiliki hak penuh untuk membalas serangan tersebut.
"Republik Islam Iran menganggapnya sebagai tugas dan hak yang sah untuk membalas para pelaku dan dalang kejahatan bersejarah ini,” tegasnya dalam pidato resminya.
3. Gholam-Hossein Mohseni-Ejei
Anggota ketiga dewan ini adalah Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, pemimpin tertinggi lembaga peradilan Iran sejak 2021.
Ia merupakan seorang ulama senior dan dikenal sebagai tokoh garis keras yang loyal terhadap pemerintahan konservatif Iran.
Sebelum menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung, Mohseni-Ejei pernah menduduki posisi penting lainnya, seperti Menteri Intelijen (2005–2009), Jaksa Agung, dan Wakil Ketua Hakim Pertama.
Dalam beberapa pernyataannya, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberi kelonggaran terhadap siapa pun yang dianggap mengancam stabilitas negara.
Kini, bersama Pezeshkian dan Arafi, Mohseni-Ejei menjadi bagian penting dari Dewan Kepemimpinan Sementara Iran yang bertugas menjaga stabilitas politik dan memastikan transisi kekuasaan berjalan sesuai dengan konstitusi di tengah situasi perang dan tekanan internasional yang memanas. (adk)