- Instagram.com/@honda_team_asia
Di Balik Karier Mentereng Veda Ega Pratama, Orang Tuanya Sempat Takut Anaknya Jadi Pembalap
“Inginnya melampaui prestasi ayah,” kata Veda.
Meski begitu, perjalanan awal Veda menjadi pembalap tidak sepenuhnya tanpa kekhawatiran dari keluarga.
Ayahnya mengaku sempat merasa takut saat pertama kali melihat anaknya tertarik dengan dunia balap motor.
Sudarmono mengungkapkan bahwa awalnya ia hanya menyediakan motor kecil untuk latihan di sekitar rumah guna melihat minat sang anak.
Setelah melihat ketertarikan Veda yang semakin besar, ia kemudian mulai membimbing putranya secara serius.
“Awalnya pas masih kecil saya sediakan motor untuk latihan motor, terus saya lihat minatnya. Setelah dia ada minat tertarik, ya saya ajarin balapan,” ujar Sudarmono.
Ia juga mengakui sempat merasa khawatir dengan risiko yang ada di dunia balap motor. Namun, melihat semangat dan minat anaknya, ia akhirnya memberikan dukungan penuh.
“Awalnya sih takut, makanya pas dulu awalnya latihan cuma di depan rumah, di lapangan gitu, terus anaknya minat,” katanya.
Sementara itu, sang ibu, Mei Lina Hananingsih, juga mengaku sempat memiliki kekhawatiran yang sama terhadap karier balap putranya.
Meski demikian, ia tetap memberikan dukungan karena melihat ketertarikan besar Veda terhadap dunia balap.
“Ada rasa khawatir, tapi anaknya sudah suka ya didukung aja,” ujarnya.
Dalam perjalanannya, Veda juga pernah mengalami cedera saat menjalani latihan. Ibunya mengungkapkan bahwa jatuh saat balapan sudah menjadi hal yang sering terjadi bagi putranya.
“Kalau jatuh biasa, sering,” kata Mei Lina.
Veda sendiri pernah mengalami kecelakaan saat latihan yang menyebabkan cedera pada pergelangan tangannya. Namun, cedera tersebut tidak menghentikan semangatnya untuk terus bertanding.
“Cuma di sini kemarin retak sedikit,” ujar Veda sambil menunjukkan bagian pergelangan tangannya saat itu.
Sejak usia muda, Veda memang sudah aktif mengikuti berbagai kejuaraan balap motor di Indonesia. Ia mengaku telah mengikuti banyak ajang balap, mulai dari Kejuaraan Nasional, Oneprix, Motoprix, hingga Honda Dream Cup.
“Kejuaraan kejurnas, Oneprix, Motoprix, HDC, ya banyaklah. Ada yang menang ada yang kalah,” tuturnya.
Kini, kerja keras Veda Ega Pratama mulai membuahkan hasil di level internasional. Pada debutnya di Moto3 World Championship 2026, ia langsung menunjukkan performa yang menjanjikan pada seri pembuka di Chang International Circuit, Thailand.