- dok.kolase tvonenews.com/Youtube inews tv
Berdebat dengan Profesor Ikrar Nusa Bhakti, Abu Janda di Stasiun Televisi Sampai Ucapkan Kata Tak Pantas: Soal Sejarah Jagoan Juga Gua!
Jakarta, tvOnenews.com- Pegiat media sosial, Abu Janda tengah jadi buah bibir di media sosial. Lantaran, ia mengungkapkan kata kasar dalam acara stasiun Televisi.
Abu Janda terlihat marah-marah dengan ucapan kasar atau tidak sopan kepada Profesor Ikrar Nusa Bhakti. Dalam acara yang membicarakan soal situasi konflik AS-Iran dipenuhi ragam pendapat.
Ucapan Abu Janda tersebut viral dengan berbagai potongan video dimedsos, seperti di X, Instagram dan Tiktok. Salah satu yang mengunggahnya yaitu akun @ngajicerdas.
- Tim tvOne
Sangat jelas video tersebut dengan cepat menyebar di tengah publik. Momen itu terjadi saat Abu Janda tampil sebagai narasumber dalam program talk show Rakyat Bersuara.
Program itu dipandu langsung oleh jurnalis sekaligus presenter Aiman Witjaksono.
"Jadi prinsipnya adalah, jangan karena kita membenci suatu kaum, kita menjadi benci suatu kaum. Berusahalah adil untuk kaum amerika, coba pahami kenapa amerika serang iran," kata Pegiat Medsos tersebut, dikutip dari Youtube inewstv dalam acara Perang Meluas, Kita Harus Bagaimana?, Rabu (11/3).
- dok.kolase tvonenews.com/Youtube inews tv
Di tengah penjelasan Abu Janda yang panjang dengan nada tinggi. Aiman pun memberikan kesempatan pada Profesor akademisi senior Ikrar Nusa Bakti.
Seperti dipahami, kalau Ikrar pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia pada tahun 2017.
"Mengapa Amerika turun tangan karena ketakutan indonesia akan jatuh di tangan komunis ya," penjelasan Profesor Ikrar yang langsung dipotong Abu Janda.
"Gue tidak ada urusan, sama perasaan loh pak, perasaan lo perasaan lo pak, jagoan gua daripada lu, itu pastilah. Kalau gue perhatikan lu komentar terlalu baper, jangan bawa-bawa perasaan, kalau lu nggak suka amerika, gue nggak ada perasaan loh semua anjing," ketus Abu Janda yang memotong penjelasan Profesor Ikrar.
Di sisi lain, sehubungan dengan eskalasi militer yang kian memanas, Indonesia mendorong pengutamaan jalur dialog serta menyatakan kesiapannya untuk menjadi penengah dalam perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.