news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Abu Janda Teriak-teriak Emosional saat Berdebat di TV hingga Diusir dari Forum, Ustaz Felix Siauw Sambil Senyum-senyum: Ada Apa Sih?.
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

Abu Janda Teriak-teriak Emosional saat Berdebat di TV hingga Diusir dari Forum, Ustaz Felix Siauw Sambil Senyum-senyum: Ada Apa Sih?

Abu Janda kembali menjadi sorotan usai terpancing emosi saat berdiskusi soal isu geopolitik internasional, termasuk konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran. Reaksi Ustad Felix Siauw
Rabu, 11 Maret 2026 - 15:49 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Perdebatan panas di televisi kembali memicu perbincangan luas di media sosial setelah pegiat media sosial Abu Janda terlihat terpancing emosi saat menjadi narasumber dalam sebuah program diskusi

Momen tersebut langsung viral karena menampilkan suasana debat yang memanas hingga terdengar ucapan bernada kasar. 

Banyak warganet menyoroti sikap Abu Janda yang terlihat meninggikan suara saat berdiskusi mengenai isu geopolitik internasional, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Situasi tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah potongan video reaksi dari Felix Siauw beredar di media sosial.

Dalam video yang diunggah melalui Instagram, ustaz tersebut terlihat menanggapi peristiwa itu dengan santai sambil tersenyum. 

Ia bahkan melontarkan sejumlah komentar bernada satir terkait perilaku orang yang mudah terpancing emosi saat berdebat di ruang publik.

Abu Janda tepis ucapan Ustaz Felix Siauw
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews & Tangkapan layar YouTube Sharing Felix Siauw

Reaksi Ustad Felix Siauw: “Kalau Sudah Teriak Biasanya Argumennya Habis”

Melansir dari reels Instagram miliknya, Ustad Felix Siauw menanggapi viralnya perdebatan tersebut dengan nada santai. Ia membuka komentarnya dengan kalimat ringan yang langsung menarik perhatian warganet.

“Pagi-pagi belum Dzuhur juga, belum Dhuha juga, udah lihat orang marah-marah aja. Mood booster yaa,” ujar Ustad Felix Siauw sambil tersenyum.

Ia kemudian mempertanyakan mengapa dua orang yang sedang berdebat bisa terlibat pertengkaran emosional di ruang publik.

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bagaimana sebagian orang mudah terpancing emosi ketika berdiskusi.

“Apa sih masalah dua orang ini ya Allah. Manusia-manusia, aya-aya wae. Ya manusia-manusia, ada-ada aja. Tapi aku lihat ya emang tipikal zionist ya. Tipikal zionis itu ya gaslighting, terus kemudian NPD gitu ya. Lucu banget,” ujarnya.

Felix juga menyampaikan pandangannya mengenai perilaku orang yang berdebat dengan emosi. Ia menilai bahwa ketika seseorang mulai menggunakan kemarahan, biasanya hal itu menandakan argumen yang dimiliki mulai melemah.

“Yang harus kita inget itu ya temen-temen, orang itu kalau sudah pakai otot, artinya otaknya gak ada. Dan juga seandainya orang-orang sudah ngomong keras, itu artinya dia sudah gak punya argumen. Untuk nutupin ketidak-adaan argumen itu orang-orang suka teriak-teriak,” kata Felix sambil tetap tersenyum.

Ia menambahkan bahwa pernyataan tersebut tidak ditujukan pada individu tertentu, melainkan sebagai pengingat umum.

“Ngomongin siapa sih? Ya engga ini ngomongin kepada setiap orang aja, khususnya kepada yang suka marah-marah,” ujarnya.

Di akhir videonya, Felix bahkan melontarkan candaan yang membuat suasana semakin santai.

“Oh ada satu lagi tahu gak? Kata dokter Boyke, katanya ya ini. Orang yang suka marah-marah itu, bisa jadi kehidupan ranjangnya gak bagus,” tutupnya sambil tertawa.

Berdebat dengan Profesor Ikrar Nusa Bhakti, Abu Janda di Stasiun Televisi Sampai Ucapkan Kata Tak Pantas: Soal Sejarah Jagoan Juga Gua!
Sumber :
  • dok.kolase tvonenews.com/Youtube inews tv

Debat Panas Abu Janda dengan Profesor Ikrar Nusa Bhakti

Perdebatan yang viral tersebut terjadi ketika Abu Janda tampil sebagai narasumber dalam program talk show Rakyat Bersuara yang dipandu jurnalis Aiman Witjaksono.

Dalam acara bertema Perang Meluas, Kita Harus Bagaimana?, diskusi membahas perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam acara tersebut, Abu Janda menyampaikan pandangannya mengenai sikap yang seharusnya diambil publik terhadap konflik internasional tersebut.

“Jadi prinsipnya adalah, jangan karena kita membenci suatu kaum, kita menjadi benci suatu kaum. Berusahalah adil untuk kaum Amerika, coba pahami kenapa Amerika serang Iran,” kata Abu Janda, dikutip dari kanal YouTube iNews TV, Rabu (11/3).

Namun suasana diskusi berubah ketika akademisi senior Ikrar Nusa Bhakti mulai memberikan pandangannya. 

Ikrar yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia pada 2017 mencoba menjelaskan latar belakang sejarah hubungan Amerika Serikat dengan sejumlah negara.

“Mengapa Amerika turun tangan karena ketakutan Indonesia akan jatuh di tangan komunis ya,” jelas Ikrar.

Penjelasan tersebut langsung dipotong oleh Abu Janda dengan nada tinggi. Ia bahkan melontarkan kata-kata yang dinilai tidak pantas.

“Gue tidak ada urusan sama perasaan loh pak, perasaan lo perasaan lo pak, jagoan gua daripada lu, itu pastilah. Kalau gue perhatikan lu komentar terlalu baper, jangan bawa-bawa perasaan, kalau lu nggak suka Amerika, gue nggak ada perasaan loh semua anjing,” kata Abu Janda.

Potongan video tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial seperti X, Instagram, hingga TikTok. Salah satu akun yang mengunggah cuplikan tersebut adalah akun @ngajicerdas.

Konflik AS–Iran dan Sikap Diplomasi Indonesia

Perdebatan di televisi tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. 

Konflik yang berlarut-larut antara kedua negara kerap menjadi topik diskusi internasional, termasuk di Indonesia.

Pemerintah Indonesia sendiri menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. 

Dalam pernyataan resmi di akun X yang dipantau di Jakarta pada Sabtu (28/2), Kementerian Luar Negeri RI menekankan bahwa solusi damai harus menjadi prioritas.

“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI.

Bahkan, Indonesia juga membuka kemungkinan untuk berperan sebagai mediator jika kedua negara yang berseteru bersedia.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” tegas pihak Kemlu RI.

Di tengah situasi global yang sensitif tersebut, perdebatan panas di televisi nasional menjadi sorotan publik. 

Banyak pihak berharap diskusi mengenai isu internasional dapat berlangsung lebih konstruktif dan tetap menjunjung etika, meskipun perbedaan pandangan tidak bisa dihindari. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:24
01:11
03:42
05:07
03:34
05:04

Viral