- Taufik Hidayat/tvOnenews.com
Respons Dedi Mulyadi soal Kasus Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung Diduga Karena Tawuran: Tanggung Jawab Orangtuanya
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM menyoroti soal kasus kematian siswa SMAN 5 Bandung yang diduga akibat tawuran antar pelajar.
Insiden tawuran pelajar tersebut terjadi di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Sabtu (14/3/2025) dan menewaskan seorang siswa SMAN 5 Bandung.
Ia menegaskan bahwa di luar jam sekolah, siswa sepenuhnya adalah tanggung jawab orangtuanya.
"Selama jam sekolah itu tanggung jawab negara. Di luar jam sekolah sudah menjadi tanggung jawab orangtua," kata KDM.
- Kolase SMAN 5 Bandung & tvOne/Cepi Kurnia
Selain itu, ia juga menyebut bahwa negara melalui sekolah dan pemerintah daerah hanya bertanggung jawab terhadap keamanan dan aktivitas siswa selama jam kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.
"Orangtua harus menjaga anak-anaknya, jam berapa dia berangkat dan jam berapa dia pulang," tegasnya.
Terlebih lagi, KDM menyeroto bahwa orangtua siswa sudah menandatangani surat pernyataan bermaterai yang menjamin pengawasan anak, termasuk larangan penggunaan kendaraan bermotor.
"Saya sudah baca pesan dari Disdik. Orang tuanya sudah menandatangani pernyataan bahwa anaknya tidak akan menggunakan kendaraan bermotor," papar Dedi Mulyadi.
Itulah kenapa, KDM menyebut bahwa tidak semua persoalan kenakalan remaja menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah, apalagi peristiwa tawuran itu terjadi secara mandiri oleh siswa di luar jam sekolah.
"Tidak semuanya harus diurus sama sekolah dan Gubernur. Kecuali (tragedi) berada di jam sekolah. Selama jam sekolah itu, tentu sudah tanggung jawab negara," tegasnya.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Berdasarkan informasi yang beredar tragedi kematian siswa SMAN 5 Bandung tersebut karena tawuran yang terjadi sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari.
Video tersebut viral di media sosial, menampilkan aksi saling serang antar kelompok hingga membuat satu pemuda tergeletak di pinggir jalan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait kronologi kejadian serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, pihak SMAN 5 Bandung menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya salah satu siswa di sekolahnya tersebut.