Tegas! Dedi Mulyadi: Tidak Boleh Ada Lagi Ormas, Premanisme, yang Kuasi Aset-Aset Umum untuk Kepentingan Dirinya
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak boleh ada lagi ormas hingga premanisme yang menguasai aset-aset umum untuk kepentingan dirinya.
Hal ini diungkapkannya saat mengunjungi korban kecelakaan tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Rabu (29/4/2026).
Pria yang lebih akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM ini meminta aparat kepolisian untuk segera menertibkan ormas yang diduga menguasai pelintasan sebidang di Kota Bekasi.
“Ya seluruh jajaran Polres Bekasi segera ambil tindakan hari ini. Ini permintaan saya sebagai Gubernur Jawa Barat,” tegasnya dikutip Kamis (30/4/2026).
“Tidak boleh ada lagi ormas, premanisme, yang menguasai aset-aset umum untuk kepentingan dirinya. Saya pikir tingkat polsek saja bisa menyelesaikan itu,” sambungnya.
Selain berbicara soal ormas dan premanisme, KDM juga bicara soal rencana jangka pendek terkait pelintasan sebidang itu.
Dia menyebut pelintasan sebidang perlu dilengkapi palang pintu untuk meningkatkan keselamatan sambil menunggu pembangunan infrastruktur permanen.
Sebelumnya diberitakan, terjadi kecelakaan tabrakan kereta antara kereta jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Berdasarkan informasi sementara yang didapat, KRL sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur.
Beberapa saat kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak KRL.
Berjarak beberapa meter, sebuah taksi juga diduga terlibat kecelakaan dengan KRL.
Hingga saat ini, penyebab kecelakaan itu masih diselidiki polisi. Insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. (nsi)
Load more