- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Kades Hoho Mengadu ke Gubernur Dedi Mulyadi, Dari Awal Sudah Dicurigai Main Curang Seleksi Perangkat Desa
“Malah dari awal itu yang dicurigai itu ada salah satu yang dekat banget dengan saya,” ujar Hoho.
Selain itu, ada juga peserta lain yang merupakan anak pejabat sehingga memicu berbagai spekulasi di masyarakat.
Hoho juga mengungkap bahwa polemik sempat muncul sehari sebelum pelaksanaan ujian seleksi perangkat desa.
Masalah tersebut berkaitan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) milik salah satu peserta.
Menurutnya, peserta tersebut pernah menjalani hukuman pidana, namun tetap bisa mendapatkan SKCK karena masa hukuman yang dijalani kurang dari lima tahun.
“Dia pernah menjalani hukuman, cuma dia dapat SKCK karena diputus pengadilan tidak sampai lima tahun, di bawah satu tahun,” jelas Hoho.
Isu tersebut kemudian menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat dan menambah panas situasi menjelang seleksi.
Menanggapi kisruh tersebut, Dedi Mulyadi menilai keributan yang terjadi tidak lepas dari popularitas Hoho sebagai kepala desa yang cukup dikenal publik.
“Masalahnya itu kalau Kades Hohonya tidak terkenal ya enggak akan ribut,” kata Kang Dedi.
Ia menilai aksi demonstrasi terhadap Hoho menjadi viral karena sosoknya sudah dikenal luas di media sosial.
Namun Dedi juga memuji mental Hoho yang dinilainya tetap kuat menghadapi tekanan.
“Tapi Bapak untung mentalnya kuat. Santai saja saya lihat, digebuk saja enggak apa-apa, yang pecah cuma kacamatanya,” ujarnya.
Di akhir perbincangan, Dedi Mulyadi memberikan pesan agar Hoho tetap fokus menjalankan tugas sebagai kepala desa dan tidak larut dalam konflik yang terjadi.
“Pokoknya Pak Kades sudah ketemu saya harus semangat, semoga segera selesai masalahnya sehingga Bapak fokus bekerja,” kata Kang Dedi.
Ia bahkan menambahkan pesan dengan nada santai agar Hoho fokus meningkatkan pembangunan desa, mulai dari produksi pertanian hingga perikanan, daripada memikirkan polemik yang berkepanjangan. (adk)