- dok.tvOnenews.com/Cepi
Kabar Penting untuk Pemudik, Tradisi Sapu Koin di Jawa Barat Bakal Dihentikan dengan Alasan Khusus ini
Jakarta, tvonenews.com- Ada kabar baru untuk pemudik tahun ini, karena Gubernur Dedi Mulyadi tengah mengupayakan agar perjalanan mudik lebaran 2026 lancar.
- ANTARA
Hal ini seiring dengan instruksi Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi yang mengimbau penghentian sementara aktivitas masyarakat yang mencari koin atau “sapu koin” di kawasan Jembatan Sewo, Jalur Pantai Utara (Pantura) Indramayu, Jawa Barat.
Dengan ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebutkan akan berupaya mengatasi tradisi warga setempat. Terlebuh ketika kendaraan melintas di jalur Pantura, terutama saat periode arus mudik Lebaran sangat membahayakan.
Menurutnya, salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah memberikan kompensasi kepada warga, agar mereka tidak melakukan aktivitas sapu koin selama periode mudik.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
"Saya mencoba pikirkan alternatif, dikasih kompensasi. Selama musim mudik ini mereka tidak melakukan aktivitasnya. Minimal itu dulu," pesan Dedi Mulyadi disapa KDM itu.
Pasalnya, budaya sapu koin umum dilakukan warga Jawa Barat ini, dinilai bisa sangat membahayakan keselamatan karena dilakukan di tengah meningkatnya volume kendaraan yang melintas saat mudik lebaran.
“Kami berharap sebenarnya kegiatan tersebut tidak berlanjut, karena itu juga membahayakan mereka,” kata Dudy di Cirebon, dikutip Antara, Selasa (17/3).
- dok.tvOnenews.com/Cepi
Ditambah lagi, jumlah kendaraan di jalur Pantura seringkali meningkat secara signifikan, sapu koin di sekitar badan jalan dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas atau berisiko memicu kecelakaan.
“Yang paling penting kami khawatirkan adalah dari sisi keselamatan saudara-saudara kita yang ada di Kali Sewo tersebut,” imbuhnya.
Sebagai tambahan, sapu koin sudah menjadi tradisi unik di Jembatan Sewo, Indramayu, Jawa Barat. Situasi di mana warga berjejer di pinggir jalan raya Pantura menggunakan sapu lidi untuk mengais koin yang dilemparkan pengendara.
Berbagai sumber menyebutkan, jika kegiatan ini didasari mitos keselamatan dan ekonomi, sering dilakukan saat musim mudik. Ini tengah menjadi perhatian Kang Dedi Mulyadi.(klw)