- Kolase tvOnenews.com / YouTube Kang Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, Vina Cirebon Mengira Akan Dinikahi Secara Islam di China: Yang Nikahin Siapa?
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi tak habis pikir saat mendengar pengakuan Vina, perempuan asal Cirebon, yang mengira dirinya akan dinikahi secara Islam di China. Dalam pertemuan yang difasilitasi langsung olehnya, Dedi mempertanyakan logika di balik keputusan tersebut.
Seperti diketahui, Dedi Mulyadi berperan sebagai mediator dan fasilitator dalam kasus yang menimpa Vina. Ia merespons langsung video permintaan tolong Vina yang mengaku menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus “pengantin pesanan” di China.
Melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait, Dedi Mulyadi akhirnya berhasil membantu pemulangan Vina ke Indonesia pada awal Maret 2026. Tak berhenti di situ, pada 16 hingga 17 Maret 2026, ia juga memfasilitasi pertemuan antara Vina dan mantan mertuanya yang datang langsung dari China untuk memberikan klarifikasi.
Dedi Mulyadi, Vina, dan Mantan Mertua. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / YouTube Kang Dedi Mulyadi)
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mencari kejelasan dari kedua belah pihak. Mantan mertua Vina mengklaim telah memperlakukan Vina dengan baik, sementara Dedi Mulyadi berupaya memastikan kebenaran secara objektif agar tidak terjadi kesalahpahaman berkepanjangan.
Meski menilai pihak mantan mertua cukup kooperatif, Dedi Mulyadi terlihat kebingungan saat menggali keterangan dari Vina, terutama terkait alasan dirinya berangkat ke China untuk menikah.
“Gini pertanyaan saya satu, dulu kenapa kamu tidak nikah di Indonesia secara Islam?” tanya Dedi Mulyadi.
Vina pun menjelaskan alasannya.
“Kan ditanya waktu itu, Pak, nikahnya di mana? Dia bilang di China gitu,” jawab Vina.
Namun jawaban tersebut justru membuat Dedi Mulyadi semakin mempertanyakan dasar keputusan tersebut. Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam setiap kasus yang ditanganinya.
“Pertanyaan saya gini, ini kan kita ini saya nanganin gini kan banyak ya. Maksud saya, saya ingin setiap objek itu jujur gitu loh. Jadi, saya ingin setiap objek itu jujur karena memusingkan pemerintah kalau enggak jujur. Karena kan ujungnya pemerintah-pemerintah juga yang nanganin gitu loh. Setiap orang tuh harus jujur,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak memihak siapa pun, namun ingin melihat persoalan secara objektif.