news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi dan Ari Ilham.
Sumber :
  • YouTube Kang Dedi Mulyadi

Kisah Pilu Ilham Menggetarkan Hati Dedi Mulyadi, Ayah Meninggal Saat Ibu Jadi TKI di Arab

​​​​​​​Kisah pilu Ilham, anak sopir korban kecelakaan Elf di Majalengka, menggetarkan hati Dedi Mulyadi. Ayah meninggal, ibu bekerja sebagai TKI di Arab Saudi.
Jumat, 27 Maret 2026 - 01:50 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kisah pilu Ilham, anak sopir korban kecelakaan Elf di Majalengka, menggetarkan hati Dedi Mulyadi. Ayah meninggal, ibu bekerja sebagai TKI di Arab Saudi.

Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan itu bertambah menjadi tujuh orang setelah Ade Solihin menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 26 Maret 2026 pukul 14.57 WIB usai menjalani perawatan medis. 

Sebelumnya, korban sempat dirawat di RS Mitra Plumbon Majalengka dan direncanakan dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. 


Dedi Mulyadi dan Ari Ilham. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)

Pemerintah daerah bersama Pemprov Jawa Barat telah berupaya menanggung biaya pengobatan, namun nyawa korban tidak tertolong.

Di tengah duka tersebut, Dedi Mulyadi menyempatkan diri bertemu keluarga korban, termasuk Ilham. 

Momen itu terekam dalam tayangan YouTube pribadinya dan memperlihatkan percakapan yang menyentuh hati.

“Namanya siapa?” tanya Dedi Mulyadi.

“Ilham,” jawab bocah tersebut dengan tenang.

Dedi Mulyadi kemudian bertanya tentang pekerjaan sang ayah. “Bapak teh sopir, biasanya nyupirin apa?”

“Pertama mah truk,” jawab Ilham.

Saat ditanya lebih lanjut, Ilham menjelaskan ayahnya biasa mengangkut barang proyek. Ia juga menyebut sang ayah pernah mengemudikan travel dengan rute di wilayah Jawa, seperti Yogyakarta hingga Surabaya.

Percakapan berubah menjadi haru ketika Dedi Mulyadi menanyakan jumlah saudara Ilham. “Ada berapa saudara?”

“Ada dua, tapi yang satu udah enggak ada,” jawab Ilham lirih.

Kondisi Ilham semakin menyentuh setelah diketahui ibunya sedang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi dan baru lima bulan meninggalkan rumah. Kini, Ilham mengaku tinggal bersama adik sepupunya.

Informasi lain juga diungkap keluarga. Paman Ilham menyebut sang ayah memiliki kebiasaan mengonsumsi obat sakit kepala setiap hari. “Memang biasanya tiap hari minum obat, sudah jadi kebiasaan,” ujarnya.

Dedi Mulyadi kemudian menyinggung momen terakhir sebelum sang ayah berangkat bekerja. “Bapak waktu berangkat sempat pesan?”

“Pesan, katanya mau cari duit dulu,” kata Ilham.

Saat ditanya soal kabar kecelakaan, Ilham mengaku mengetahui dari keluarganya. “Tahu dari bibi,” ucapnya.

Tak kuasa menahan haru, Dedi Mulyadi tampak mengelus pundak Ilham. Ia lalu bertanya, “Bapaknya sudah dimakamkan?”

Ilham hanya mengangguk.

“Di mana dimakamkan?” tanya Dedi Mulyadi.

“Di dekat rumah,” jawabnya singkat, sebelum akhirnya tak kuasa menahan air mata.

Dedi Mulyadi juga menanyakan biaya pemakaman. “Biaya dari siapa?”

“Enggak tahu,” jawab Ilham, lalu pamannya menjelaskan bahwa biaya berasal dari sumbangan keluarga.

Dedi Mulyadi turut menyoroti belum adanya kehadiran dari pihak pemilik kendaraan. “Yang punya mobilnya datang?”

“Enggak,” jawab keluarga korban.

Dedi Mulyadi yang terkejut mendengar jawaban tersebut pun bertanya kembali, “Terus ikut membantu biaya?”

Keluarga kembali menjawab tidak ada bantuan yang diberikan hingga saat ini.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan santunan sebesar Rp150 juta bagi keluarga korban meninggal dunia. 

Perhatian khusus juga diberikan kepada keluarga sopir Elf yang menjadi tulang punggung keluarga, sementara istrinya bekerja di luar negeri.

Kecelakaan maut tersebut melibatkan mobil Elf yang membawa 21 pemudik asal Karawang. Peristiwa terjadi di Jalan Raya Panjalu–Cikijing, tepatnya di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, sekitar pukul 23.05 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kendaraan melaju di jalur menurun dan menikung tajam dengan kondisi berkabut tebal. Pengemudi diduga mengantuk dan tidak menguasai medan, sehingga kendaraan kehilangan kendali dan terperosok ke dalam parit hingga terbalik.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang meninggal di lokasi, sementara korban lainnya mengalami luka berat dan ringan. Seiring waktu, jumlah korban meninggal bertambah menjadi tujuh orang, termasuk Ade Solihin.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain memastikan penanganan korban, kisah pilu Ilham menjadi gambaran nyata beratnya beban yang harus ditanggung anak-anak yang kehilangan orang tua akibat tragedi tersebut.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:36
04:14
01:26
05:42
01:15

Viral