news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kades Sabajaya dan Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube Kang Dedi Mulyadi

Kades Sabajaya Blak-blakan ke Dedi Mulyadi, Ungkap Kronologi Ustaz Karawang Dikeroyok Akibat Dugaan Perselingkuhan

​​​​​​​Kades Sabajaya blak-blakan ke Dedi Mulyadi ungkap kronologi ustaz Karawang dikeroyok. Fakta baru terungkap, ternyata bukan tertangkap tangan seperti isu viral.
Senin, 30 Maret 2026 - 01:02 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Viral di media sosial, kasus pengeroyokan seorang ustaz di Karawang sempat memicu beragam spekulasi liar di tengah masyarakat. Namun, fakta sebenarnya mulai terungkap setelah Dedi Mulyadi menghadirkan langsung pihak-pihak terkait, termasuk Kades Sabajaya, dalam sebuah perbincangan terbuka. 

Dari sinilah kronologi kejadian perlahan diluruskan dan ternyata jauh berbeda dari narasi yang beredar.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebelumnya telah menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar. Ia menyebut peristiwa tersebut bukanlah kasus tertangkap tangan dugaan perbuatan asusila, melainkan berkaitan dengan kejadian lama yang kembali mencuat.


Kades Sabajaya, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Dedi Mulyadi. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)

“Perlu diluruskan, kejadian ini bukan tertangkap tangan melakukan perbuatan asusila. Ini adalah pengakuan atas peristiwa yang disebut terjadi di masa lalu,” ujar Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube pribadinya (29/3/2026).

Dalam konten YouTube yang diunggahnya, Dedi Mulyadi secara khusus menghadirkan Kades Sabajaya, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta pihak keluarga untuk mengurai kronologi ustaz Karawang dikeroyok yang selama ini simpang siur.

Kades Sabajaya pun blak-blakan memaparkan awal mula kejadian tersebut di hadapan Dedi Mulyadi.

“Nah, jadi sebenarnya itu begini kronologi kejadiannya. Jadi ee si ustaz itu lagi ada di rumahnya. Nah, gitu kan, dijemputlah sama dua orang ini si lakinya UM sama siapa tuh saya enggak kenal gitu kan,” ujar Kades Sabajaya.

Ia menjelaskan, penjemputan tersebut dilakukan dengan alasan yang terkesan biasa, yakni untuk sebuah pertemuan keluarga.

“Nah gitu dengan alasan itu izin ya, mau katanya suruh ke sana karena anak menantunya itu mau pulang lagi ke Singapura, gitu kan. Mungkin mau pamit sama Pak Ustaz gitu kan,” lanjutnya.

Menurutnya, ustaz tersebut kemudian datang ke lokasi dengan mengendarai motor sendiri setelah sempat ragu.

“Nah si ustaz itu dijemput itu dari rumahnya ustaz itu ke rumahnya,” katanya.

Mendengar penjelasan tersebut, Dedi Mulyadi mencoba memperjelas alur kejadian.

“Makanya kan harus jelas nih awalnya kronologisnya gitu. Jadi Pak Ustaz itu rumahnya di desa Bapak, dijemputlah oleh suaminya UM sama temannya lah ya, tujuannya untuk?” tanya Dedi.

Kades Sabajaya kembali menegaskan bahwa awalnya tidak ada indikasi keributan.

“Nah jadi Pak Ustaz suruh ke sana anak saya sama menantu saya mau pulang lagi ke Singapura, mau pamit mungkin kan gitu. Nah, itulah awalnya enggak mau ya, Teh ya,” ujarnya sambil mengarah ke istri ustaz.

Ia juga mengungkap bahwa ustaz tersebut sempat menolak ajakan tersebut.

“Ustaz itu enggak mau tuh, ngobrol sama saya juga di polsek. Awalnya dia enggak mau. Dia enggak mau, enggak mau ya akhirnya sama kata si teteh (istri AP) ‘ayo a’ gitu kan, namanya kita baik-baik awalnya kan gitu kan. Jadi ya keterpaksaan, heeh. Istrinya mau ikut juga, dia kata ustaz ‘udah deh jangan gitu’, berangkatlah sendiri,” jelasnya.

Sesampainya di lokasi, situasi ternyata sudah tidak kondusif.

“Nah, si ustaz ini sendiri kan pakai motornya sendiri, itu ternyata di sana udah kumpullah beberapa orang, gitu keluarganya. Ditanyalah mungkin gitu, Pak,” lanjut Kades Sabajaya.

Dedi Mulyadi pun kembali memastikan apakah kejadian tersebut terjadi secara spontan atau tidak.

“Jadi bukan waktu itu peristiwanya?” tanya Dedi.

Kades Sabajaya menjawab tegas, “Bukan.”

Ia bahkan menyebut adanya dugaan bahwa pertemuan tersebut sudah direncanakan sebelumnya.

“Jadi itu kayaknya dijemput di situ sudah direncana sama pihak keluarga,” ungkapnya.

Dedi Mulyadi kemudian menarik kesimpulan dari penjelasan tersebut.

“Artinya keluarganya mencium, ada dugaan bahwa namanya AP kemudian diduga punya hubungan spesial sama UM gitu loh, diinterogasi,” kata Dedi.

Ia kembali menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah peristiwa tertangkap tangan saat itu juga.

“Jadi peristiwanya bukan pada waktu itu. Jadi bukan pada waktu itu lagi terjadi pencurian. Pencurinya ketangkap tangan bukan, tapi peristiwanya sebelumnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kades Sabajaya juga mengungkap bahwa hubungan antara pihak-pihak yang terlibat sudah berlangsung cukup lama.

“Saya nanya ke si perempuan di polsek,saya sempat bertanya ‘sudah berapa lama dengan si AP?’ gitu kan, Kenal sudah 7 tahun katanya gitu kan, dia sudah saya anggap anak. Nah, terus sudah berapa kali melakukan gitu kan. Terus ya kata dia sudah 2 tahun ke sini, berarti sudah sering dong. Kalau sering sih enggak, namanya 2 tahun kan gitu kan saya gitu,” tuturnya.

Istri ustaz pun tak pernah curiga karena san ustaz mengaku kepadanya kalau UM sudah seperti ibunya sendiri.

Sementara itu, situasi di lapangan sempat memanas setelah korban diteriaki “maling”, yang kemudian memicu kesalahpahaman warga hingga berujung aksi pengeroyokan. 

Beruntung, aparat gabungan bersama perangkat desa bergerak cepat untuk mengamankan korban dan membawanya ke kantor polisi.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena menunjukkan bagaimana informasi yang belum tentu benar dapat dengan cepat memicu emosi massa. 

Melalui klarifikasi langsung antara Dedi Mulyadi dan Kades Sabajaya, kronologi ustaz Karawang dikeroyok kini mulai terang, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:52
05:26
04:52
09:49
08:38
11:21

Viral