news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi beri santunan ke keluarga korban.
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

Dedi Mulyadi Datang Langsung Serahkan Santunan Rp20 Juta ke Keluarga Korban Pengeroyokan Saat Hajatan di Purwakarta

Dedi Mulyadi temui keluarga korban pengeroyokan saat hajatan di Purwakarta dan serahkan santunan Rp20 juta. Kronologi kejadian bikin publik geram.
Selasa, 7 April 2026 - 07:08 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Tragedi pengeroyokan yang terjadi di Purwakarta masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Dalam insiden tersebut, seorang pria bernama Dadang yang merupakan pemilik hajat sekaligus ayah dari mempelai wanita meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan sekelompok orang.

Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendatangi langsung rumah duka untuk bertemu keluarga korban.

Kunjungan ini tidak hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga untuk mendengar langsung kronologi kejadian dari pihak keluarga.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi berbincang dengan anak korban.

Ia menggali detail kejadian, mulai dari persiapan acara hingga insiden tragis yang merenggut nyawa sang ayah.

Dedi juga sempat menanyakan terkait perizinan acara hiburan yang digunakan dalam hajatan tersebut.

Pihak keluarga menjelaskan bahwa mereka telah mengantongi izin resmi dan menggunakan hiburan organ tunggal.

Dedi Mulyadi ke rumah korban pengeroyokan
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

Namun, Dedi mempertanyakan apakah terdapat pengamanan dari aparat setempat saat acara berlangsung.

“Kalau berizin itu ada perlindungannya kegiatannya, minimal ada petugas seperti Bhabinkamtibmas atau Babinsa. Kalau ada aparat mungkin tidak terjadi,” ujar Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube pribadinya.

Dari penuturan keluarga, kejadian bermula dari kedatangan sekelompok orang yang meminta uang kepada panitia hajatan.

Permintaan tersebut disampaikan melalui seorang warga setempat. Awalnya, pihak keluarga memberikan uang sebesar Rp100 ribu secara sukarela karena dianggap sebagai hal yang lumrah.

Namun, situasi mulai berubah ketika kelompok tersebut bertindak di luar batas.

Mereka mengambil makanan secara berlebihan di area prasmanan, bahkan hanya mengambil lauk berupa daging dalam jumlah besar dan berulang kali.

Tindakan tersebut mulai menimbulkan keresahan di antara tamu undangan.

Ketegangan memuncak ketika kelompok tersebut kembali meminta uang tambahan.

Permintaan itu ditolak oleh pihak keluarga karena acara sedang berlangsung dan fokus pada prosesi pernikahan. Penolakan tersebut diduga memicu emosi para pelaku.

Keributan kemudian berlanjut ke area hiburan organ tunggal.

Di lokasi tersebut terjadi cekcok antara kelompok tersebut dengan kru hiburan yang berujung pada perkelahian.

Situasi semakin tidak terkendali hingga akhirnya korban Dadang mencoba menenangkan keadaan.

Namun nahas, niat baik tersebut justru berujung petaka. Dadang menjadi sasaran pengeroyokan. Salah satu pelaku bahkan memukul korban dari belakang menggunakan bambu.

Menurut keterangan anak korban, saat itu ia berusaha melindungi ayahnya agar tidak terjadi keributan.

Namun, dalam kondisi kacau, ada pelaku lain yang menyerang dari belakang hingga membuat korban mengalami luka serius.

"Bapak liat, ‘teh jangan dikasih lagi karena kan udah’. Itunya (pelaku) emosi ke bapak, bapak dikejar di sini," ujar anak korban.

Korban sempat dibawa ke depan pelaminan dalam kondisi masih sadar. Namun tak lama kemudian, kondisinya memburuk dengan sesak napas.

Dadang kemudian dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans, tetapi nyawanya tidak tertolong.

“Pas di pelaminan bapak udah sesak napas, ketika dipindah kesini (rumah) kayaknya udah nggak ada, soalnya ketika aku bawa bapak pakai ambulans ke rumah sakit udah nggak ada,” jelas sang anak.

Dedi Mulyadi temui keluarga korban
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

Tidak hanya korban utama, beberapa anggota keluarga lain juga disebut menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar delapan orang.

Setelah kejadian, para pelaku melarikan diri. Hingga kini, pihak kepolisian telah mengamankan satu orang terduga pelaku, sementara pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tindakan kekerasan seperti ini tidak bisa ditoleransi.

Ia juga kembali mengingatkan pentingnya pengamanan dalam setiap kegiatan masyarakat, terutama acara yang melibatkan banyak orang.

Sebagai bentuk kepedulian, Dedi menyerahkan santunan sebesar Rp20 juta kepada keluarga korban.

Bantuan tersebut diberikan langsung kepada istri korban yang terlihat tidak kuasa menahan tangis.

“Saya menyampaikan untuk biaya ibu di sini Rp20 juta dari saya,” ujar Dedi.

Selain bantuan materi, Dedi juga menyampaikan doa untuk almarhum Dadang, ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:44
02:34
01:28
01:14
01:19
01:41

Viral