news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Sedang Berbaris Rapi, Siswa SMKN 2 Subang Justru Disentil Dedi Mulyadi Soal Cara Menghormati Gubernur Jawa Barat

​​​​​​​Dedi Mulyadi menyentil siswa SMKN 2 Subang soal kebersihan meski sudah berbaris rapi. Ia tekankan cara menghormati bukan seremoni, tapi lingkungan bersih
Rabu, 8 April 2026 - 06:04 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kedatangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke SMKN 2 Subang kali ini disambut berbeda. Para siswa telah berbaris rapi dengan almamater, siap menyambut orang nomor satu di Jawa Barat tersebut. 

Namun, alih-alih mendapat pujian, mereka justru mendapat sindiran menohok dari Dedi Mulyadi yang langsung menyita perhatian.

Dedi Mulyadi kembali mengunjungi SMK Negeri 2 Subang usai inspeksi mendadak (sidak) sebelumnya yang tayang di kanal YouTube pribadinya pada 2 April 2026. 


Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat Kembali Datangi SMKN 2 Subang. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

Pada kunjungan terbarunya, suasana terlihat lebih tertata dengan barisan siswa yang rapi. 

Meski demikian, Dedi Mulyadi menilai ada hal yang jauh lebih penting daripada sekadar seremoni penyambutan.

“Enggak usah disambut. Disambutnya oleh lingkungan yang bersih. Enggak usah dihormat-hormat. Cara menghormati Gubernur Jawa Barat adalah sekolahnya bersih. Itu cara menghormati,” ujar Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube pribadinya (7/4/2026).

Ia menegaskan bahwa penghormatan tidak diukur dari barisan atau formalitas semata, melainkan dari kondisi lingkungan sekolah itu sendiri.

“Walaupun baris hormat saya, lingkungannya tidak bersih, saya tidak dihormati. Sudah bersih-bersih belum?” lanjutnya.

Sejumlah siswa pun menjawab pertanyaan tersebut. Dedi kemudian melanjutkan interaksi dengan menanyakan seragam yang dikenakan siswa.

“Ini baju apa?” tanya Dedi. Salah satu siswa menjawab bahwa itu adalah seragam LPK.

Dari situ diketahui bahwa para siswa tengah bersiap menyambut kedatangan pihak dari Jepang terkait program magang kerja. 

Program magang ke Jepang ini memang sudah berjalan sejak 2023 dan telah memberangkatkan total 68 siswa dari Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Dedi kembali menekankan pentingnya kebersihan, terutama jika ingin bekerja di luar negeri.

“Ya udah, orang Jepang tuh senang kebersihan,” ujarnya.

Dedi juga sempat berbincang santai dengan salah satu siswa mengenai rencana keberangkatan ke Jepang, termasuk soal gaji dan biaya hidup.

“Ini udah mau berangkat Jepang. Gajinya berapa nanti?” tanya Dedi.

Siswa menjawab, “Kira-kira di Rp15 juta ke atas.”

“Di Jepang gajinya Rp20 juta. Biaya makan sehari di Jepang berapa?” tanya Dedi lagi.

“Rp3 juta cukup,” jawab siswa dengan nada gugup.

Melihat hal tersebut, Dedi pun bercanda, “Rp700.000 sehari kamu makannya.”

Setelah menyapa siswa yang berbaris, Dedi langsung menuju bagian belakang kelas yang sebelumnya sempat ia soroti karena adanya tumpukan sampah kayu. 

Ia bahkan menyapa siswa dari jendela belakang kelas yang diketahui merupakan kelas 10.


Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

Tak berhenti di situ, Dedi langsung meminta para siswa untuk mengecek kondisi kebersihan di area tersebut.

“Coba dicek deh belakang kelasnya kotor enggak? Sini dicek dulu. Dicek kotor. Dicek kotor enggak? Kotor enggak? Ayo, Taruna. Kotor enggak? Ayo,” perintahnya.

Sebagai informasi, kunjungan sebelumnya pada 2 April 2026 merupakan sidak yang menyoroti berbagai persoalan di sekolah tersebut. 

Dedi Mulyadi mengkritik kondisi kebersihan yang dinilai masih jauh dari kata layak, termasuk fasilitas toilet yang kurang terawat.

Ia juga menyoroti ironi di sekolah yang memiliki jurusan teknik seperti las dan mesin, namun belum mampu memperbaiki fasilitasnya sendiri. 

Selain itu, ia mendorong agar siswa lebih mandiri, termasuk dalam mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat melalui jurusan pertanian.

Tak hanya soal fasilitas, Dedi juga sempat menyinggung kurang optimalnya informasi peluang kerja bagi siswa.

 Program rekrutmen digital untuk perusahaan besar seperti BYD dan VinFast disebut belum tersampaikan dengan baik, sehingga sebagian siswa kelas XII tidak mengetahui peluang tersebut.

Melalui kunjungan terbarunya ini, Dedi Mulyadi kembali menegaskan bahwa disiplin, kemandirian, dan kebersihan adalah hal utama yang harus dimiliki siswa. 

Terlebih bagi mereka yang akan mengikuti program magang ke Jepang, standar tersebut menjadi kunci utama untuk bisa bersaing di dunia kerja internasional.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:44
02:34
01:28
01:14
01:19
01:41

Viral