- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
Gara-gara Dicecar KDM, Perawat RSHS yang Diduga Nyaris Tukar Bayi Kini Terancam Dicopot Permanen
tvOnenews.com - Kasus mengejutkan terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang langsung menyita perhatian publik.
Seorang ibu muda, Nina Saleha (27), hampir kehilangan bayinya setelah diduga terjadi kelalaian serius dari oknum perawat saat proses kepulangan pasien.
Peristiwa ini tak hanya membuat keluarga panik, tetapi juga memicu reaksi cepat dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang langsung turun tangan menelusuri kejadian tersebut.
- Cepi Kurnia/tvOne
Insiden bermula pada Rabu pagi, 8 April 2026, ketika Nina datang ke rumah sakit untuk menjemput bayinya yang sebelumnya dirawat karena penyakit kuning di ruang NICU.
Namun, di tengah proses administrasi yang belum selesai, situasi justru berubah mencekam.
Saat Nina sempat keluar sebentar untuk makan, ia mengaku merasakan firasat tidak enak dan memutuskan kembali ke ruang perawatan.
Setibanya di sana, ia melihat seorang ibu lain menggendong bayi dengan selimut yang sangat ia kenali. Setelah memastikan ke inkubator, Nina terkejut karena bayinya sudah tidak berada di tempat.
- tim tvOnenews.com
Tanpa ragu, ia langsung menghampiri dan memastikan bahwa bayi tersebut adalah anaknya.
“Pas saya lihat wajahnya, saya yakin itu anak saya,” ungkap Nina, dilansir dari unggahan YouTube pribadi Dedi Mulyadi.
Bayi tersebut akhirnya berhasil diamankan kembali sebelum sempat dibawa lebih jauh oleh orang yang tidak dikenal tersebut.
Kejadian ini semakin memicu tanda tanya besar. Pasalnya, proses kepulangan bayi disebut belum resmi, bahkan gelang identitas bayi sudah dilepas.
Menurut Nina, tidak ada prosedur jelas yang dilalui sebelum bayi tersebut bisa berpindah tangan ke orang lain.
“Harusnya kan ada prosedur, ada surat pulang. Ini belum ada, tapi anak saya sudah dipegang orang lain. Gelangnya juga sudah diputus, ketika ditanya kenapa diputus, kata susternya supaya nggak terkena virus dari luar,” kata Nina.
KDM Turun Tangan, Perawat ASN 20 Tahun Langsung Dinonaktifkan
- YouTube Dedi Mulyadi official
Kasus ini langsung mendapat perhatian dari Dedi Mulyadi.
Dalam percakapan via telepon yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, KDM meminta penjelasan langsung dari pihak manajemen rumah sakit yang mendatangi kediaman Nina.
Perwakilan RSHS, Arif selaku asisten manajer keperawatan, mengungkap bahwa perawat yang diduga lalai merupakan ASN dengan pengalaman lebih dari 20 tahun.
Namun, pengalaman panjang tersebut tidak menjadi jaminan bebas dari kesalahan.
Sebagai langkah awal, pihak rumah sakit memutuskan untuk menonaktifkan sementara perawat tersebut dari pelayanan sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
"Sementara dinonaktifkan dari pelayanan, untuk dikaji lebih mendalam lagi, dengan komite keperawatan dianalisis lebih dalam," kata Arif.
Saat didesak oleh Dedi Mulyadi soal sanksi tegas, pihak manajemen menyebut bahwa hukuman bisa meningkat, mulai dari sanksi disiplin hingga kemungkinan pemberhentian permanen jika terbukti lalai atau sengaja.
"Kalau dalam regulasi kami, pak, kalau misalkan itu kan hasil analisisnya, misalkan terkait dengan kompetensi, maka itu dilakukan pembinaan. Apakah itu nanti dilatih ulang, tapi kalau sudah jelas-jelas misalkan itu kelalaian, nah itu mungkin nanti akan ada tindakan pencabutan kewenangan klinis sementara gitu," paparnya.
Selain memberikan sanksi sementara, pihak manajemen RSHS juga telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi dan bahkan mendatangi langsung rumah Nina untuk klarifikasi.
Tim keperawatan bersama humas rumah sakit kini tengah melakukan analisis mendalam untuk memastikan penyebab kejadian ini. (asl)