news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Pemilik Bengkel di Lembang.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube Kang Dedi Mulyadi

Buntut Bangunan Liar di Lembang Dibongkar Dedi Mulyadi, Siap-siap Dana Bantuan Pedagang Dicairkan Pemprov Jabar

Pemprov Jabar akan kasih kompensasi dan modal usaha untuk pedagang terdampak penertiban bangunan liar di Lembang oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sabtu, 11 April 2026 - 18:38 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Para pedagang di Lembang mendapat kabar baik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan memberikan dana bantuan berupa modal usaha dan kompensasi usai bangunan liar di sepanjang Jalan Raya Lembang dibongkar Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Pemprov Jabar akan mencairkan modal usaha dan uang kompensasi untuk para pedagang yang menempati bangunan liar di Lembang, demi mewujudkan janji dari Dedi Mulyadi.

Dalam suasana verifikasi di Aula Kantor Desa Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (10/4/2026), ratusan warga mengantre dengan tertib.

Di momen itu, mereka yang menerima bantuan diarahkan oleh petugas untuk membuka rekening di KCP Bank BJB Lembang. Tujuannya sebagai langkah awal mencairkan dana bantuan lewat akses perbankan.

"Bapak dan Ibu yang memerlukan ATM, silakan datang ke KCP Lembang, dengan membawa buku tabungan dan KTP asli," kata seorang petugas dilansir tvOnenews.com dari Lembur Pakuan, Sabtu (11/4/2026).

Pedagang yang Belum Terdaftar Sulit Dapat Dana Bantuan Sesuai Janji Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) saat sidak bangunan liar di kawasan Lembang
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Seorang petugas lainnya memberikan kabar terkait proses administrasi. Mereka akan sulit mendapat bantuan dana jika Jika tidak mendaftar atau belum memiliki rekening Bank BJB.

"Jadi, nanti kalau namanya nggak ada, kita nggak bisa melayani. Untuk pembukaan, nanti kalau misalnya mau penarikan, silakan bisa ke BJB terdekat," terangnya.

Para petugas pun menunjukkan sikap humanisnya. Mereka memandu para pedagang yang terdampak pembongkaran bangunan liar untuk menyelesaikan proses administrasi pencairan dana bantuan.

Pendapat Pedagang Diguyur Kompensasi oleh Dedi Mulyadi Lewat Pemprov Jabar

Alih-alih kecewa, mereka justru menampikkan sikap kebahagiaannya. Salah satunya warga RW 01, Pak Tangsanda turut memberikan pendapat terkait janji kompensasi yang diungkap KDM.

Tangsanda mulanya mengatakan, dirinya berjualan di toko kelontongan 24 jam di depan Jupante. Sayangnya ia kini tidak bisa mencari uang akibat kiosnya ditertibkan seminggu sebelum Lebaran 2026.

Padahal ia selalu mendapatkan hasil yang lumayan dari dagangan di toko kelontongan. Setidaknya uang tersebut bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Namun di balik itu, KDM akan memberikan ganti rugi berupa kompensasi dan modal usaha. Ia justru tidak mempermasalahkan aksi pembongkaran yang merenggut kiosnya.

Tangsanda bahkan akan menggunakan dana bantuan itu untuk masa depannya. Ia berencana kembali berjualan setidaknya berada di lokasi yang aman.

"Uang kompensasinya mau dipakai untuk modal jualan lagi. InsyaAllah, mudah-mudahan barokah," ucap Tangsanda.

Ia juga memberikan doa untuk Dedi Mulyadi. Melalui uang kompensasi tersebut, para pedagang yang terdampak tidak terlalu mengkhawatirkan masa depannya.

Selaras dengan Tangsanda, Wawan Kurniawan, pedagang mie ayam bakso sekaligus penarik ojek di Desa Gudang Kahuripan turut memberikan pendapatnya. Ia mengaku belum mengetahui nominalnya.

Akan tetapi, ia merasa terbantu bisa mendapat dana bantuan dari pemerintah, termasuk dari jajaran desa setempat.

"Saya tidak punya pekerjaan pokok. Jadi, uang ini sepenuhnya untuk modal usaha," terangnya.

Wawan mengaku ikhlas meski kios mie ayam bakso miliknya dibongkar dan ditertibkan Pemprov Jabar. Pasalnya, ia menggantungkan hidupnya dari pendapat hasil dagangnya sekitar Rp300 ribu per hari.

Ia juga menyadari warung kumuhnya masuk kategori bangunan liar. Penataan di sepanjang Jalan Raya Lembang dinilai penting untuk menciptakan ketertiban.

Ia membeberkan solusinya. Rencananya akan kembali berjualan dengan menggunakan roda dagang di lahak milik saudaranya.

Momen Dedi Mulyadi Sidak Bangunan Liar di Kawasan Lembang

Sebelumnya, Dedi Mulyadi melakukan penertiban bangunan liar di wilayah Kecamatan Lembang, KBB. Aksi penataan kawasan wisata Lembang ini terjadi pada pertengahan Maret 2026, tepatnya seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.

KDM mempunyai beberapa tujuan dari kegiatan ini, yakni mengembalikan fungsi lahan sesuai peruntukannya, meminimalisir risiko bencana, serta kelestarian lingkungan.

Mantan Bupati Purwakarta ini berdialog lebih dulu. Tujuannya mewujudkan penataan ruang keindahan objek wisata hingga kelancaran lalu lintas tanpa adanya penolakan dari pedagang maupun warga.

"Lembang itu indah, tapi karena penataannya semerawut, jadi keindahannya hilang," ujar Dedi Mulyadi.

Lokasi bangunan liar yang ditertibkan Dedi Mulyadi, beberapa di antaranya di Samsat BPVP Bandung Barat, dekat SMK Negeri Pertanian, dekat Lapang Bola Ciburial, dan sebagainya.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral