- Instagram @sundalandmedia dan @dedimulyadi17
Usai Pungli di Jembatan Cirahong Dihapus KDM, Kepala Desa Margaluyu Keberatan dan Minta Penyebar Video Ditangkap
tvOnenews.com - Aksi pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sempat menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Kasus ini pun langsung mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memasang spanduk bertuliskan “Tidak Dipungut Biaya” di area jembatan pada Minggu (5/4/2026).
Kebijakan ini menjadi penegasan bahwa akses Jembatan Cirahong seharusnya bebas dari pungutan dalam bentuk apa pun.
Namun, langkah tersebut justru memicu tanggapan berbeda dari Kepala Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Dian Cahyadinata.
- Instagram/@dedimulyadi71
Ia menyatakan keberatannya dan meminta agar pihak yang pertama kali memviralkan dugaan pungli tersebut segera dipanggil dan diperiksa.
Menurut Dian, pengunggah video perlu dimintai klarifikasi untuk memastikan motif di balik penyebaran informasi tersebut.
Ia bahkan mendorong aparat kepolisian untuk melacak akun yang bersangkutan melalui siber.
“Panggil, usut pengunggah akun yang pertama kali mengunggah tentang pungli ini. Kita mintai keterangannya, apakah benar dia pengguna akses Jembatan Cirahong atau hanya ingin viral saja. Kita harus tahu maksudnya,” ujarnya.
Dian juga menegaskan bahwa praktik yang terjadi di lapangan bukanlah pungli, melainkan pemberian sukarela dari pengguna jalan.
- Instagram @dedimulyadi71
Ia menyebut uang yang diberikan warga merupakan bentuk apresiasi kepada petugas yang berjaga di jembatan.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa terdapat sekitar 40 orang yang tergabung dalam paguyuban penjaga jembatan yang bekerja secara bergiliran.
Menurutnya, keberadaan mereka selama ini membantu kelancaran dan keamanan akses di lokasi tersebut.
“Kalau ada pengguna jalan yang memberikan uang, itu murni sukarela. Mereka yang berjaga juga bagian dari paguyuban, ada sekitar 40 orang. Mereka ini harus kita pikirkan juga ke depannya,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada warga yang selama ini turut menjaga dan mengatur lalu lintas di Jembatan Cirahong.
- Instagram @sundalandmedia
Ia mengaku sudah lama mengetahui kondisi jembatan tersebut, bahkan sejak sebelum menjabat sebagai gubernur.
“Buat Pak Kades, masalah Jembatan Cirahong, pertama saya mengucapkan terima kasih selama ini jembatan ada yang menjaga dan ada yang mengatur, sehingga bisa dilewati oleh warga,” ujar Dedi, dilansir dari Instagram pribadinya @dedimulyadi71.
Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan tetap melakukan intervensi demi kenyamanan masyarakat, termasuk memperbaiki dan menata kawasan sekitar jembatan, meskipun secara kewenangan bukan sepenuhnya berada di tingkat provinsi.
Ke depan, Pemprov Jawa Barat berencana melakukan penataan menyeluruh, mulai dari perbaikan infrastruktur, pelebaran jalan, penambahan lampu penerangan hingga penataan area parkir dan warung di sekitar lokasi.
- dok.kolase tvOnenews.com / YouTube dedi Mulyadi channel
Dedi juga menekankan bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Ia mengajak semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk pungutan.
“Yuk mari kita bersama-sama mewujudkan tata lingkungan di Provinsi Jawa Barat yang aman, nyaman, dan terbebas dari pungutan atau sumbangan apa pun namanya,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Dedi kembali mengucapkan terima kasih kepada warga yang selama ini telah berkontribusi menjaga Jembatan Cirahong, seraya berharap apa yang telah dilakukan menjadi amal kebaikan. (gwn)