Tak Anti Kritik, Dedi Mulyadi Justru Berterima Kasih pada Warga yang Soroti Rumitnya Bayar Pajak Kendaraan
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik publik, khususnya terkait layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Hal ini disampaikan setelah dirinya bertemu langsung dengan Lantang, pria yang videonya viral karena mengalami kesulitan saat hendak memperpanjang pajak kendaraan di Samsat.
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Dedi Mulyadi dan ditayangkan melalui kanal YouTube pribadinya.
Dalam kesempatan itu, Dedi tidak menunjukkan sikap defensif, justru sebaliknya, ia menyampaikan apresiasi atas keberanian warga menyampaikan kritik terhadap pelayanan publik.
“Tidak apa-apa, saya justru berterima kasih. Dengan adanya ketidakpuasan warga terhadap layanan Samsat Soekarno-Hatta, itu melahirkan kesadaran bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah hal utama,” ujar Dedi Mulyadi.
Menurutnya, kritik yang disampaikan masyarakat menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah.
Ia menegaskan bahwa sebagai daerah yang mengandalkan pendapatan dari pajak kendaraan bermotor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus memberikan pelayanan yang memudahkan, bukan mempersulit.
“Provinsi Jawa Barat andalannya pajak kendaraan bermotor, maka kita membutuhkan orang yang bayar. Kalau kita membutuhkan orang yang bayar ya kita harus mempermudah," tegasnya.
- Instagram Dedi Mulyadi
Dedi juga menyoroti fenomena di lapangan, di mana masih ada warga yang mengalami kendala administratif, seperti keharusan membawa KTP pemilik pertama saat memperpanjang STNK.
Ia menilai hal tersebut seharusnya tidak lagi menjadi hambatan bagi masyarakat.
“Orang mau bayar pajak kok dipersulit. Harusnya dipermudah. Kalau soal KTP, ya sudah, selesai kan sekarang yang bayar pajaknya makin ramai nih,” katanya.
Dalam dialog tersebut, Dedi juga menyinggung dampak positif dari peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur yang semakin baik.
Ia bahkan menanyakan langsung kepada Lantang apakah merasakan perubahan di Jawa Barat.
“Merasa enggak sekarang jalan lebih baik?” tanya Dedi.
“Iya, Pak. Jalan lebih mulus,” jawab Lantang.
Meski demikian, Dedi mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah yang belum selesai, terutama di wilayah perkotaan seperti Bandung.
“Di Kota Bandung saya belum puas. Trotoarnya belum rapi, drainase belum maksimal, dan penerangan jalan umum masih kurang,” ungkapnya.
Load more