- Instagram/aviwkila
Profil Yai Mim yang Pernah Cekcok dengan Sahara, Meninggal Dunia saat Proses Hukum di Polresta Malang Kota
tvOnenews.com - Sempat viral di media sosial, Yai Mim dikabarkan meninggal dunia di Polresta Malang Kota.
Setelah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual, Yai Mim meninggal dunia pada Senin (13/4/2026) di Polresta Malang Kota saat akan dimintai keterangan ke ruang penyidik.
Sebelumnya, Yai Mim sempat dikenal publik lantaran kasusnya viral di media sosial saat perseteruan dengan tetangganya bernama Sahara.
Kemudian Sahara melaporkan Yai Mim atas kasus pelecehan seksual verbal buntut dari cekcok mereka. Berikut profil dari mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Yai Mim.
Profil Yai Mim
Pria yang memiliki nama asli Muhammad Imam Muslimin Mardi atau akrab disapa Yai Mim lahir di Blitar, Jawa Timur, lahir pada 11 Maret 1966.
Sebelum ia dipecat karena kasus cekcok dengan Sahara, Yai Mim merupakan dosen filsafat dan tasawuf di pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim sejak tahun 1991.
Kemudian pada tahun 1994 ia dipindahkan ke UIN Sunan Ampel Surabaya. Lalu berpindah lagi pada tahun 1998.
Dilansir dari berbagai sumber, Yai Mim merupakan sosok yang tumbuh di tengah-tengah keluarga terpandang dan religius.
Bahkan pendidikan dasarnya ia tempuh di sekolah Islam hingga pesantren.
Untuk jenjang pendidikan tinggi, Yai Mim disebut pernah menempuh pendidikan S1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya, S2 di Universitas Muhammadiyah Malang dan S3 di UIN Sunan Ampel serta UIN Malang.
- YouTube Cumicumi
Kasus Viral Yai Mim vs Sahara
Sosok Yai Mim menjadi dikenal publik lantaran konfliknya dengan tetangga yang bernama Sahara.
Polemik ini berawal dari sebuah lahan di tempat tinggal mereka yang berdekatan.
Tetangganya, Nurul Sahara yang merupakan pengusaha rental mobil disebut sering menghalangi akses keluar-masuk kendaraan Yai Mim.
Di sisi lain, menurut Yai Mim, lahan tersebut sudah diwakafkan untuk jalan umum.
Ketegangan memuncak saat tetangganya, Nurul Sahara merekam perseteruan mereka yang kemudian diunggah melalui akun media sosial TikTok hingga akhirnya viral.
Perselisihan dimulai dari berbagai tuduhan, bantahan dan klarifikasi dari kedua belah pihak hingga publik terbagi menjadi dua kubu.