- YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL
Viral Curhatan Dedi Mulyadi yang Menyinggung Masa Lalu, Gubernur Jabar itu Sebut Keikhlasan dari Perceraian Berbuah Manis
Jakarta, tvOnenews.com- Viral video di media sosial (Medsos) yang menayangkan Dedi Mulyadi berbagi kisah cintanya di masa lalu.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebutkan dengan keikhlasannya di masa lalu setelah cerai berbuah manis saat ini.
Dalam tayangan itu, Kang Dedi Mulyadi atau KDM mengaku telah ditinggal kedua istrinya. Namun dengan berbeda alasan.
Ternyata pada masa lalu, KDM ditinggal istri pertamanya karena meninggal dunia. Sementara yang kedua karena ditinggal dengan alasan tidak mapan.
"Saya Waktu Nikah, Istri Saya Yg Pertama Meninggal dan yang kedua Pergi. Kenapa Dia Pergi?," ucap KDM dikutip dari akun lambegossip, yang bersumber asli di YouTube Lembur Pakuan, Selasa (14/4).
- YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL
Lebih lanjut kata KDM kalau kisah di masa lalunya mengajarkan untuk dirinya belajar ikhlas.
Kurang lebih sejak 2023 menduda, Dedi Mulyadi pada akhirnya menerima keadaan. Ia mengaku setiap orang berhak untuk memilih yang terbaik.
Seperti diketahui dari informasi yang dirangkum tvOnenews.com, Dedi Mulyadi telah ditinggal meninggal istri pertamanya, Sri Muliawati pada 1999.
Sementara kedua, Anne Ratna Mustika cerai pada 2023. Hal ini membuatnya belajar dan berbagi pengalamannya.
"Karena Dia ada pilihan yang jauh lebih baik daripada saya. Manusia itu harus Cari yang lebih baik, tapi keihlasan saya berhikmah jadi Gubernur," jelas Gubernur Jawa Barat yang disapa Bapa aing itu.
Diketahui ucapan Dedi Mulyadi tersebut disampaikan dalam acara Dies Natalis Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) atau UIN Bandung. Itu menarik perhatian publik karena viral di media sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat itu menyarankan agar anak-anak muda terutama generasi Z (Gen z atau digital native) bisa menyegerakan pernikahan tanpa mendahulukan gaya berujung pemaksaan.
Dengan itu, ia mendorong dirinya segera mengeluarkan peraturan terkait pernikahan. Muda-mudi bisa melangsungkan pernikahan dengan disesuaikan kemampuan.
Guna mendukung segera halal pasangan muda-mudi daripada menunda ataupun memaksakan pernikahan.