news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mengecek kondisi Jembatan Cirahong, Ciamis.
Sumber :
  • Kolase Antara/Farika Nur Khotimah & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Bukan hanya Kades Saja, Warga Ciamis Tak Habis Pikir Dedi Mulyadi Tindak Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong

Warga Ciamis ikut bersuara seperti Kades Margaluyu, Dian Cahyadinata terkait tindakan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) berantas pungli di Jembatan Cirahong.
Selasa, 14 April 2026 - 11:15 WIB
Reporter:
Editor :

Ciamis, tvOnenews.com - Warga Desa Pawindan, Ciamis, Akhmad Himawan ikut bersuara seperti yang dilontarkan Kepala Desa (Kades) Margaluyu, Dian Cahyadinata terhadap Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Warga Ciamis itu menyoroti sikap dari Dedi Mulyadi. Pasalnya, Gubernur Jabar itu menindaklanjuti dugaan aksi pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong.

Dalam sebuah video viral di media sosial, ia menumpahkan kekecewaannya. Ia telah mengetahui belakangan ini Dedi Mulyadi meninjau kondisi Jembatan Cirahong.

Di momen itu, Akhmad langsung bergegas menuju lokasi jembatan penghubung Ciamis-Tasikmalaya tersebut. Sayangnya ia tidak bisa bertemu lantaran KDM telah meninggalkan tempat dengan cepat.

"Tadinya saya respek dan menaruh harapan besar. Saya mengira akan ada dialog, minimal menampung aspirasi warga," ujar Akhmad dikutip, Selasa (14/4/2026).

Kecewa Gagal Sampaikan Aspirasi kepada Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi di Jembatan Cirahong
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

Ia menjelaskan, niatnya untuk menumpahkan aspirasi gagal. Saat tiba di lokasi, ia menyebut dirinya tak bertemu lantaran kunjungan Dedi Mulyadi hanya sebentar.

"Kenyataannya, beliau hanya beberapa menit di sana, membuat video untuk konten, lalu memerintahkan jajarannya memasang marka dan lampu," jelasnya.

Akhmad mengetahui KDM juga menghadirkan Dinas PUPR Jawa Barat. Di momen itu, mantan Bupati Purwakarta tersebut memberikan instruksi sebagai tindaklanjutnya.

Ia berpendapat pada saat itu KDM memperintahkan agar Jembatan Cirahong ditambah lampung penerangan, traffic light, marka jalan, CCTV, dan sebagainya.

Menurutnya, perintah itu hanya sebagai solusi teknis lalu lintas. Namun hal tersebut justru hanya bersifat permukaan saja.

"Kalau saya tidak salah kutif, KDM hanya buat konten dan memerintahkan Kepala Dinas PUPR Jabar untuk buat marka jalan, penambahan penerangan, memasang traffic light dan pasang CCTV," bebernya.

Bandingkan dengan Kondisi Jam Sibuk di Jembatan Cirahong

Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis itu menilai ada kekeliruan fatal. Ia memahami dari hasil peninjauan, KDM menganggap jembatan peninggalan Kolonial Belanda itu bisa dilalui dua arah.

Tak hanya itu, KDM memastikan Jembatan Cirahong dinilai aman saat kendaraan saling berpapasan. Ia menilai hal itu diasumsikan ketika bukan pada jam sibuk.

Menurutnya, kondisi ini dipastikan berbeda dengan jam sibuk. Hal itu sebagai bentuk gambaran bagaimana kondisi pengendara yang lewat di waktu tertentu.

"Beliau datang bukan di jam sibuk. Kalau jam 06.00 sampai 07.00 pagi saat warga berangkat kerja dan sekolah, atau sore hari saat arus balik, kondisinya sangat berbeda," terangnya.

"Kedatangan pada jam tersebut tidak bisa menjadi cermin bagaimana kondisi Cirahong secara keseluruhan," lanjutnya dengan tegas.

Kata dia, masalah utama tidak hanya sekadar marka jalan. Ia menyampaikan bahwa, permasalahan yang terjadi karena keamanan umum.

Baginya, jembatan ini sebagai lokasi atau tempat yang paling rawan. Maka dari itu, ia menekankan adanya penjaga atau petugas untuk berjaga secara terus-menerus.

"Solusi sarana prasarana itu hanya menyelesaikan urusan lalu lintas. Pak Gubernur belum menyentuh solusi keamanan secara umum. Tanpa penjaga, tempat ini tetap sepi dan rentan tindak kejahatan serta aksi bunuh diri. Harapan kami buat didengar langsung ternyata sirna," paparnya.

Kades Margaluyu Protes ke KDM soal Jembatan Cirahong

Kades Dian Cahyadinata
Sumber :
  • Instagram @sundalandmedia

Sementara, Kades Margaluyu, Dian Cahyadinata menuai sorotan publik. Ia juga menyoroti kebijakan penghentian penjagaan oleh warga yang dibentuk oleh Dedi Mulyadi.

Dian menyayangkan Jembatan Cirahong menjadi viral. Hal ini bermula lantaran ada seorang warga menghebohkan dugaan aksi pungli di jembatan tersebut.

Ia menuntut penyebar video klarifikasi. Dalam rekaman itu, temuan dugaan pungli harus diusut tuntas karena dinilai meresahkan warga dan pengendara yang lewat.

"Panggil, usut penggugah akun yang memviralkan pertama kalii mengunggah berita tentang pungli ini," kata Dian dilansir dari akun @sundalanmedia.

Dian mempunyai alasan agar video viral itu segera diusut. Ia ingin mengetahui apakah penyebar merupakan warga sekitar atau pengguna yang sering melewati Jembatan Cirahong.

"Kita harus tahu maksud tujuannya dia mempublikasiikan itu ingin akunnya terkenal atau punya maksud lain, kan harus diklarifikasi," tegasnya.

Kades Margaluyu itu menyampaikan harapannya kepada KDM. Gubernur Jabar diharapkan dapat melihat aspek lain, salah satunya dampak dan masalah yang menyangkut keamanan.

"Bapak Gubernur tolonglah bijaksana dalam menyikapinya, jangan menyikapinya hanya karena ingin terkenal atau pun lain sebagainya," harap dia.

Respons KDM

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) melihat langsung kondisi Jembatan Cirahong, Ciamis
Sumber :
  • Instagram/@dedimulyadi71

KDM langsung merespons keluh kesah disampaikan Dian. Ia menegaskan, kebijakan itu tidak dibentuk secara sembarangan.

Mantan Bupati Purwakarta ini mengatakan, dirinya sudah mengetahui kondisi Cirahong. Lagi pula, ia tidak hanya sekali berkunjung atau meninjau jembatan penghubung dua kabupaten tersebut.

"Saya membuat kebijakan untuk melakukan perbaikan walaupun itu bukan kewenangan Provinsi, tetapi karena digunakan oleh warga maka Pemerintah Provinsi mengambil keputusan diperbaiki," respons Dedi Mulyadi.

KDM menuturkan, area di sekitar jembatan peninggalan Belanda itu akan ditata rapi dan semakin nyaman. Ia akan menambahkan lampu untuk penerangan jalan dan memiliki estetika.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pelebaran jalan, menambahkan area parkir hingga memperhatikan warung di sekitar jembatan.

"Sementara untuk keamanan ketika malam, menurut saya keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, tanggung jawab aparat, tanggung jawab warga di lingkungan untuk menjaga keamanannya di lingkungan masing-masing," ucap Gubernur Jabar.

Kebijakan ini, kata KDM, sebagai guna menciptakan tata lingkungan dan arus lalu lintas yang nyaman. Ia enggan pengendara dan pengguna Jembatan Cirahong resah akibat maraknya aksi pungli.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:04
08:56
05:38
05:22
01:07
01:04

Viral