news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda.
Sumber :
  • Instagram/@s_tjo

4 Bulan Lalu, Sherly Tjoanda Bicara Jujur soal Perannya dalam Dunia Politik Viral: Saya itu Kertas Kosong

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos berbicara tentang peran hingga dampak dirinya selama memasuki dunia politik kembali viral di media sosial.
Rabu, 15 April 2026 - 02:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos berbicara tentang dunia politik. Pasalnya, ia tidak memiliki latar belakang atau pengalaman dalam berpolitik.

Dalam podcast dibawa politikus Indonesia, Akbar Faizal pada 22 November 2025 lalu, Sherly Tjoanda bercerita tentang skeptisisme dalam dunia politik hingga ancaman cengkeraman oligarki viral di media sosial.

Saat ditanya tentang pandangan dunia politik, Sherly Tjoanda justru kembali bertanya mengenai politik. Ia mengaku tidak pantas berkecimpung dalam bagian ini ketimbang Benny Laos.

"Saya itu kertas kosong, kanvas kosong. I know nothing," ujar Sherly Laos dilansir dari kanal Akbar Faizal Uncensored, Rabu (15/4/2026).

Alasan Sherly Tjoanda Mau Jadi Gubernur Malut

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda bicara tentang dunia politik
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Akbar Faizal Uncensored

Sherly Tjoanda mempunyai alasan dirinya ingin menjadi orang nomor satu di Malut. Hal ini berkaitan dengan insiden dialami mendiang Benny Laos.

Pada 2025, Sherly harus kehilangan suami tercintanya. Mendiang Benny Laos meninggal dunia akibat tragedi kebakaran speed boat.

Ironisnya, Benny Laos tengah berjuang sebagai calon Gubernur Malut dan didampingi oleh Sarbin Sehe. Hal ini menggerakkan Sherly melanjutkan perjuangan mendiang suaminya.

"Ada suatu perjuangan harus dilanjutkan karena saya, anak-anak, relawan, para partai politik yang waktu itu sedang berjuang tinggal 42 hari lagi, kita menolak untuk kalah, kita menolak mimpi besar seorang Benny Laos selesai begitu saja," terangnya.

Lebih lanjut, Sherly ditanya tentang dimanfaatkan partai politik. Wanita berusia 43 tahun ini justru mengatakan bahwa, setiap manusia saling membutuhkan hal itu.

Sherly tak mempermasalahkan hal itu. Baginya, setiap orang melakukan hal tersebut demi tujuannya masing-masing.

"Benar dan salah semua orang punya perspektif yang berbeda. Tujuan saya waktu itu harus menang, semua janji politik almarhum harus saya selesaikan, saya harus buktikan gagasan seorang Benny Laos itu bisa diimplementasikan di Maluku Utara," katanya.

Sherly Tjoanda Bingung Pertama Kali Masuk Dunia Politik

Sherly mengaku keputusannya masuk dunia politik adalah sebuah kecelakaan. Ia bahkan menegaskan dirinya bukan seorang pahlawan.

Lagi pula, Sherly menganggap kehadirannya tidak diharapkan untuk menjadi pahlawan di Malut. Namun di balik itu, ia dipilih sebagai tempat mewujudkan harapan bagi masyarakat Malut.

"Karena belum ada prestasi output yang sustainable yang saya lakukan. Saya melihat mereka melihat saya sebagai tempat untuk menaruh harapan membuat kehidupan mereka lebih sejahtera," jelasnya.

Ia pun menceritakan awal mula saat memasuki dunia politik. Ia kembali membandingkan catatan dan peran Benny Laos yang cukup mentereng.

Sherly mengaku sempat kebingungan sebelum dinobatkan sebagai Gubernur Malut. Karena tidak mempunyai catatan dalam dunia politik, ia merasa pesimis menjalankan tugasnya.

Ia menambahkan, dunia politik identik dengan pria. Namun ketidaktahuan ini jangan sampai membuat dirinya berlarut-larut terjebak kebingungan.

"Pertama, tidak percaya diri, tersandera dalam ketidaktahuan. Tapi, satu sifat saya adalah saya tidak suka disandera," ucapnya.

Sherly terus berupaya dan belajar. Ia bersyukur bisa bertemu banyak orang yang membuat dirinya memahami hal-hal teknis dalam sistem pemerintah.

Dari sinilah, Sherly tidak bisa bertele-tele dalam melakukan komunikasi politik. Menurutnya, langkah ini sukses melakukan peran sebagai Gubernur Malut.

Pandangan Otoritas Jadi Pemimpin Malut

Sherly kemudian berbicara tentang otoritasnya. Ia harus mengakui dunia politik mengarahkan dirinya menjadi pemimpin Malut.

Namun di sisi lain, ia merasa otoritas saat ini sebagai usaha meminjam kepercayaan dari rakyat. Ia harus bertanggung jawab usai dikasih harapan oleh masyarakat Malut.

"Yang menjadikan saya Gubernur itu adalah rakyat, jadi yang harus saya layani itu adalah rakyat. Keberhasilan saya itu ditentukan ketika harapan mereka bisa saya realisasikan menjadi kenyataan," paparnya.

Ia hanya terus berpikir cara memberikan kesejahteraan untuk masyarakat Malut. Contoh sederhananya mulai dari merenovasi rumah hingga pendidikan dan kesehatan gratis.

"Ketika mereka sakit saya sembuhkan, ketika mereka meninggal saya kasih uang duka, saya kirim keluarga mereka yang meninggal, jenazahnya saya atur, ketika saya memanusiakan mereka maka otoritas yang mereka titipkan ke saya, saya manfaatkan dengan baik," tuturnya.

Berbagai jawaban ini kembali viral usai diunggah melalui Instagram @rumpi_gosip pada Selasa, 14 April 2026. Publik merasa terharu atas langkah yang diambil Sherly.

Publik menganggap Sherly bekerja bukan untuk kepentingan khusus, mulai dari mengejar ketenaran hingga berfokus pada uang. Bagi mereka, istri mendiang Benny Laos ini menjalankan tugas dengan mengutamakan kejujuran.

Selain itu, publik berharap Sherly Tjoanda mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Sebab, kepercayaan masyarakat Malut kini semakin tertuju kepadanya.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:04
08:56
05:38
05:22
01:07
01:04

Viral