- YouTube C8 Podcast
Pengakuan Mengejutkan Betrand Peto soal Ruben Onsu, Akui Lebih Pilih Dipukul daripada Didiamkan
tvOnenews.com - Nama Betrand Peto kembali menjadi sorotan publik setelah pengakuannya soal pola didikan sang ayah, Ruben Onsu. Dalam sebuah perbincangan, Onyo secara jujur mengaku lebih memilih dipukul daripada didiamkan saat dimarahi, sebuah pernyataan yang langsung menyita perhatian.
Pengakuan ini membuka cerita lama tentang bagaimana perjalanan hidup Betrand Peto berubah drastis sejak menjadi bagian dari keluarga Ruben Onsu. Dari kehidupan sederhana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Onyo kini tumbuh sebagai figur publik di ibu kota dengan disiplin yang jauh berbeda.
Diketahui, Betrand Peto resmi diangkat sebagai anak oleh Ruben Onsu dan Sarwendah pada Oktober 2019, saat usianya masih 14 tahun. Keputusan itu bukan semata karena bakat menyanyi Onyo, melainkan adanya ikatan batin yang kuat sejak pertemuan pertama.
Ruben Onsu dan Betrand Peto. (Sumber: YouTube C8 Podcast)
Ruben mengaku merasakan kesamaan jalan hidup dengan Betrand sejak pertama kali melihatnya di acara Brownis pada April 2019. Bahkan, kehadiran Onyo langsung diterima hangat oleh anak-anak kandung Ruben, termasuk Thalia yang sempat menangis saat Betrand harus kembali ke Manggarai, NTT.
Sejak saat itu, kehidupan Betrand Peto berubah total. Ia harus beradaptasi dengan kehidupan kota dan pola didikan disiplin yang diterapkan oleh Ruben Onsu.
Dalam tayangan YouTube bersama Ivan Gunawan pada 14 April 2026, Onyo menceritakan kesan awalnya terhadap sosok ayah angkatnya.
“Onyo sekarang udah remaja gitu kan. Onyo dulu anak dari daerah yang benar-benar out of nowhere, bisa dibilangnya benar-benar dari daerah kecil, ya kan. Terus sudah gitu bisa ketemu sama ayah yang langsung Onyo dijadikan anak putra mahkotanya. Iya kan? Kalau dari Onyo sendiri ngelihat sosok ayah nih, dari hari pertama Onyo kenal sama ayah sampai hari ini ayah itu seperti apa?” tanya Ivan Gunawan.
Onyo pun menjawab, “Kalau ayah ini kan memang awal aku kenal ayah terus juga sampai sedekat ini sama ayah gitu. Nah, awalnya itu ayah itu memang orangnya disiplin banget, apalagi sama aku, Uncle. Terus satu, dia itu disiplin. Dia itu paling enggak suka kalau misalkan telat syuting. Contoh aku syuting jam 2, datang baru jam 2.15 gitu. Dia pasti langsung bete gitu. Itu awal-awal aku sama ayah.”
“Pokoknya sampai sekarang aku tahu pun manfaatnya waktu, terus juga harganya waktu sama kita ngehargain orang gitu loh. Jadi semua itu harus disiplin gitu. Sampai sekarang pun tanpa ayah kasih tahu pun aku udah tahu,” jelas Onyo.
“Contoh, kita syuting jam segini aku udah sampai duluan gitu, Uncle.”
Betrand pun menjelaskan reaksi sang ayah jika ia telat datang syuting, “Dia bisa kayak kalau dia udah sampai duluan, aku belum sampai, dia bisa ayah bisa gini, ‘Udah Onyo enggak usah syuting aja karena itu.’”
Ivan Gunawan kemudian membandingkan kehidupan Onyo di kampung dengan di Jakarta.
“Tapi kan Uncle pengin tahu ya, dulu waktu Onyo di daerah kan Onyo orang tua Onyo enggak punya peraturan segitu besarnya. Enggak ada aturan harus begini, harus begini. Lu mau ke laut nyemplung ke laut, mau naik pohon iya kan? Mau belajar boleh belajar. Benar-benar kayak sekolah alam juga kehidupannya seperti alam. Pas masuk ke keluarganya ayah?” tanya Ivan Gunawan.
“Wah kaget, aku itu sampai pernah bilang sama ayah itu mendingan aku dipukul daripada dikasih tahu.”
Ruben Onsu pun langsung menimpali, “Gue enggak pernah main pukul.”
Onyo kemudian menjelaskan alasannya, “Dia itu lebih ke disiplin karena aku tuh enggak terbiasa dengan disiplin itu kalau di kampungku, Uncle. Jadi mau jam segini telat dan segala macam enggak peduli gitu. Pas nyampe sini tuh kehidupan itu jadi berubah, terus kaget dengan situasinya gitu. Setelah itu aku bilang sama ayah, aku samperin ayah, kayak ya mendingan ayah pukul aku daripada ayah itu ngedidik aku kayak gini gitu.”
Ruben pun meluruskan maksud sang anak, “Jadi gini maksudnya, dia tuh terbiasa dengan keras ya gitu. Tapi kalau gue tuh kalau marah gue diam aja.”
“Jadi dia tuh terbiasa, ‘lu lebih baik pukul gue aja’,” tambah Ruben.
Ivan Gunawan kembali menegaskan, “Maksudnya Onyo itu pengin kalau ayah marah tuh ayah mukul, habis itu selesai.”
“Iya. Karena emang di sana itu gitu kan, Uncle. Kayak pukul pakai kayu kan, habis dipukul pakai kayu terus disayang lagi gitu, udah selesai. Tapi kalau ini tuh aku enggak terbiasa sama kayak didiamin,” ujar Onyo.
Onyo pun melanjutkan, “Aku itu enggak bisa digituin, terus habis itu pada saat syuting di lokasi pun didiamin. Aku enggak bisa itu.”
“Tapi akhirnya Onyo pernah bilang sama ayah, ‘Ayah, kalau mau marah marah aja gitu?’” tanya Ivan Gunawan.
“Iya, aku ngomong langsung,” jawab Onyo.
Ketika ditanya mengapa tidak mengubah cara mendidik, Ruben Onsu menjelaskan dengan tegas, “Gini, buat gue menggunakan kekerasan gitu, memukul ya, selama sama gue dia enggak pernah yang namanya gue pukul. Enggak pernah gue pukul karena memukul itu bukan solusi.”
“Tapi yang gue mau adalah apa yang gue kasih tahu itu lu pikirkan dengan baik, karena ini arahnya gue kepenginnya lu langgeng di dunia industrinya. Jadi enggak yang cuma viral sebentar, lu selesai gitu.”
“Yang paling susah itu bukan viralnya, tapi menjaga eksistensinya dia. Jadi gue udah ngejaga dari dipupuk dari awalnya,” jelas Ruben Onsu.
Pengakuan Betrand Peto ini memperlihatkan proses adaptasi yang tidak mudah dari seorang anak daerah menjadi bagian dari keluarga publik figur.
Di balik kedisiplinan yang diterapkan, terdapat tujuan besar untuk membentuk karakter dan menjaga masa depan Onyo di industri hiburan.
(anf)