- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Terungkap Alasan Dedi Mulyadi Desak Anak Muda Gelar Pesta Pernikahan Sederhana, Singgung tentang Penderitaan
Bogor, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mempunyai alasan besar mengimbau anak muda atau Gen Z menggelar pesta pernikahan secara sederhana.
Dedi Mulyadi menyampaikan hal itu saat meninjau hasil pembangunan infrastruktur baru SMAN 3 Jonggol hingga kembali menginspeksi SMAN 2 Jonggol.
Dedi Mulyadi lebih menyoroti pesta pernikahan yang digelar mewah harus dicocokkan dengan kemampuan orang tua, terutama dari segi ekonomi.
KDM sapaan akrabnya berpendapat pasangan muda yang ingin menikah sebaiknya lebih memilih di KUA. Menurutnya, langkah ini sebagai upaya tepat menyesuaikan perekonomian keluarga.
"Saya sampaikan bahwa gagasan dan ajakan yang saya sampaikan terhadap pasangan muda dan mudi yang akan menikah tapi kemampuan orang tua terbatas atau kemampuan pasangan terbatas, lebih baik tidak membuat pesta menikah cukup di KUA," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan melalui Instagram pribadinya, Kamis (16/4/2026).
Dedi Mulyadi Nilai Pesta Pernikahan Sederhana Sangat Efektif untuk Masa Depan
- tvOnenews.com/Cepi Kurnia
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menjelaskan, pernikahan sederhana sangat efektif. Pasangan muda bisa mengirit uang.
Gubernur Jabar itu membandingkan gelaran yang berlangsung secara mewah. Baginya, hal ini cenderung membuang banyak uang.
Menurutnya, pernikahan digelar sederhana membuat uang yang dimiliki bisa ditabung untuk masa depan. Hal ini berguna demi melanjutkan kehidupan berumah tangga ke depannya.
KDM meyakini cara ini akan menimbulkan kebahagiaan. Pasangan anak muda akan mempunyai banyak bekal demi memenuhi berbagai keperluan setelah membentuk keluarga kecil baru.
"Bisa buat beli dan DP rumah, modal usaha, dan bisa untuk kegiatan lainnya," tuturnya.
KDM Singgung Penderitaan
KDM mencontohkan maraknya hajatan anak muda yang digelar secara mewah. Ia memahami gelaran ini dibalut dengan gengsi semata.
Ia menambahkan, semakin pesta pernikahan mewah bisa menimbulkan puncak kebahagiaan. Namun di balik itu, ia menyoroti dampak dari fenomena ini bisa mengarah pada penderitaan.
Mantan Bupati Purwakarta ini menjelaskan penderitaan dialami para orang tua. Mereka rela melakukan segala cara agar menciptakan kebahagiaan untuk anaknya.