- Kolase Antara/Ricky Prayoga & Instagram/@dedimulyadi71
KDM Sesumbar Beri Gambaran Indah Hasil Revitalisasi Penggabungan Gedung Sate-Gasibu: Kenapa Harus Resah?
Sedangkan, kata dia, sebagian area di Lapangan Gasibu berfungsi untuk jalur jalan.
"Tukeran saja," kata KDM.
Selain mempercantik kawasan, mantan Bupati Purwakarta ini menjelaskan bahwa, alasan penataan kawasan ini lantaran selama ini Jalan Diponegoro ditutup, terutama saat ada aksi demonstrasi.
Menurut Dedi Mulyadi, kondisi inilah menjadi persoalan klasik di mana di sekitar Gedung Sate kerap terjadinya kemacetan.
"Bayangin deh bagaimanapun juga era demokratisasi melahirkan demonstrasi. Nah, setiap terajdi unjuk rasa itu, Jalan Diponegoro ditutup. Akhirnya terjadi kemacetan parah di Kota Bandung," terangnya.
Bagaimana Nasib Prasasti Sapta Taruna?
Di Gedung Pakuan Bandung, Rabu (15/4/2026), Dedi Mulyadi menjelaskan proyek ini tidak mengganggu batu prasasti Sapta Taruna. Pemprov Jabar tak akan memindahkan simbol Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) itu dari tempatnya.
"Tetap saja, prasasti tidak berubah, nggak ada masalah. Prasasti tidak akan digeserkan dan tetap di situ," tegasnya.
Sementara, KDM belum menjelaskan kelanjutan nasib beberapa fasilitas di Lapangan Gasibu, mulai dari jogging track, toilet hingga terbuka. Bagian ini sebagai area terbuka untuk masyarakat setiap harinya.
Berdasarkan dari pantauan, taman hijau yang menghiasi wajah Gedung Sate selama ini mulai digunduli. Kemudian, alat-alat berat juga membongkar ubin-ubin hingga batu alam plaza.
Bahkan, tanaman sebagai ruang untuk lapangan upacara yang baru mulai dicabuti. Hal ini guna menyelesaikan target proyek yang berlangsung dari 8 April ini tuntas pada 6 Agustus 2026.
Diketahui, revitalisasi mengintegrasikan kawasan Plaza depan Gedung Sate, Lapangan Gasibu, dan koridor Jalan Diponegoro tergabung dalam satu titik utama. Nantinya, luasnya bisa mencapai 14.642 meter persegi.
Kebutuhan proses merevitalisasi Gedung Sate-Gasibu membutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar. KDM menginginkan peran Gedung Sate sebagai center point Jawa Barat.
(hap)