- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga
tvOnenews.com - Aksi Dedi Mulyadi kembali menarik perhatian publik. Seusai memeriksa siswa SMAN 1 Purwakarta yang disanksi, ia justru mengambil langkah tak terduga. Tidak hanya memberi teguran, Dedi Mulyadi juga menghadirkan solusi yang langsung dirasakan para siswa.
Kunjungan Dedi Mulyadi ke SMAN 1 Purwakarta dilakukan dengan meninjau langsung kondisi sekolah, termasuk ruang kelas. Ia lebih dulu mengecek sembilan siswa yang mengolok-olok dan mengacungkan jari tengah kepada guru saat kegiatan belajar mengajar.
Momen tersebut ditayangkan di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada 21 April 2026. Setelah menangani kasus tersebut, Dedi Mulyadi melanjutkan peninjauan fasilitas kelas untuk melihat kondisi yang sebenarnya.
Dedi Mulyadi di SMAN 1 Purwakarta. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
“kamu AC-nya enggak berfungsi?” tanya Dedi Mulyadi pada siswa.
Para siswa pun menjawab bahwa AC di kelas tidak bisa menyala. Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung bereaksi.
“yaudah nih, semua AC-nya harus diganti nih. enggak bisa satu-satu. enggak nyala kenapa? udah lama enggak AC-nya? remotnya mana?” ujar Dedi Mulyadi.
Salah seorang siswi kemudian memberikan penjelasan terkait kendala AC tersebut. Setelah melihat langsung kondisi di dalam kelas, Dedi Mulyadi menyimpulkan bahwa kapasitas AC tidak sesuai dengan ukuran ruangan.
“udah, kayaknya PK-nya enggak sesuai. ini 1 PK deh, harusnya 2 PK,” ujar Dedi Mulyadi.
Tanpa menunggu lama, keputusan pun langsung diambil pada hari itu juga.
“sudah nih hari ini dikirimi AC yang 2 PK,” ujar Dedi Mulyadi.
Mendengar kabar tersebut, para siswa langsung mengucap syukur. Suasana kelas yang sebelumnya panas pun menjadi perhatian serius yang akhirnya berujung solusi cepat.
“setiap peristiwa ada hikmahnya,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia juga menjelaskan alasan di balik keputusannya mengganti AC dengan kapasitas lebih besar.
“ac-nya nyala kekecilan, kapasitasnya enggak cukup, ruangannya besar. jadi bisa sih, yaudah saya beli satu yang 2 pk cukup,” jelasnya.
Saat ditanya, siswa mengaku memang merasa kepanasan selama belajar di dalam kelas. Namun, Dedi Mulyadi justru memberikan sudut pandang yang berbeda.
“tapi panas itu bermanfaat karena orang-orang yang biasa ber-AC suka pengen ke sauna, pengen keluar keringat,” ujar Dedi Mulyadi.
“enggak apa-apa, keluar keringat, keluar jerawat, kan bagus. tandanya sehat. karena kalau tidak keluar tandanya tidak sehat,” lanjutnya.
Ia bahkan sempat mengajak siswa berdialog santai.
“bener enggak? kamu enggak bisa kencing, kencing bau enggak?” tanya Dedi Mulyadi.
Siswa menjawab bahwa hal tersebut memang berbau.
“tapi kalau enggak kencing, enggak sehat. bab bau enggak? tapi kalau enggak bab enggak sehat. makanya hidup ini enggak boleh benci sama yang bau. karena dalam ilmu biologi kehidupan itu semua berawal dari yang bau,” ujar Dedi Mulyadi.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung manfaat dari hal yang sering dianggap sepele.
“tahi domba bau, yang bau itu jadi pupuk, maka jangan suka benci sama yang bau. jadi kalau ada orang berbuat kesalahan enggak usah dibenci karena itu jalan tuhan,” ujar Dedi Mulyadi.
Menutup pernyataannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa di balik kejadian tersebut ada pelajaran penting.
“bisa jadi penyebabnya malah jelek, misalnya ada murid yang mengolok-olok guru, tapi hikmahnya kan AC diganti semua di sekolah ini,” tutup Dedi Mulyadi.
Langkah tak terduga dari Dedi Mulyadi ini pun menjadi sorotan, karena dari sebuah pelanggaran justru lahir perubahan yang memberi manfaat bagi banyak siswa.
(anf)