news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ruben Onsu.
Sumber :
  • Instagram @ruben_onsu

Ruben Onsu Curiga Dirinya Jadi Korban Penipuan Bisnis, Kerugian Diduga Capai Miliaran Rupiah

​​​​​​​Ruben Onsu curiga jadi korban penipuan bisnis mukena, kerugian diduga capai miliaran rupiah. Kuasa hukum ungkap kronologi dan langkah yang dipertimbangkan.
Rabu, 22 April 2026 - 02:35 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nama Ruben Onsu kembali jadi sorotan. Bukan karena dunia hiburan, melainkan dugaan kasus penipuan bisnis yang menyeretnya hingga mengalami kerugian besar. Yang mengejutkan, nilai kerugian tersebut disebut-sebut bisa mencapai miliaran rupiah.

Kasus ini mulai terungkap ke publik pada April 2026, setelah momen Lebaran berlalu. Ruben Onsu diduga menjadi korban penipuan dalam bisnis pengadaan mukena skala besar yang awalnya digadang-gadang akan menguntungkan.

Dalam perjalanannya, Ruben dikenalkan kepada seorang pria bernama Philipus Suprihatin yang mengklaim memiliki akses eksklusif untuk memproduksi mukena dalam jumlah besar melalui sebuah perusahaan. 

Tak hanya itu, pelaku juga diduga menggunakan peran admin fiktif guna meyakinkan Ruben selama proses transaksi berlangsung.

Namun, hingga melewati Lebaran 2026, produksi mukena yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. 

Saat dimintai pertanggungjawaban, pihak yang bersangkutan justru dilaporkan menghilang dan sulit dihubungi.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkap bahwa kejadian ini berdampak serius terhadap arus kas bisnis kliennya. 

Pasalnya, keuntungan dari proyek tersebut sebelumnya direncanakan untuk mendukung lini usaha lainnya.

“Ruben masih belum membuka ya, karena kalau misalnya dibuka enggak baik juga buat Ruben. Artinya kan secara image, masa seorang yang namanya Ruben Onsu mudah percaya dan mentransfer uang yang tidak jelas begitu ya,” ujar Minola Sebayang dalam tayangan YouTube Reyben Entertainment (21/4/2026).


Kuasa Hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang. (Sumber: YouTube Reyben Entertaiment)

Ia juga menjelaskan bahwa kerja sama yang dijalankan sebenarnya memiliki dasar yang jelas.

“Karena kerjasamanya ada, semuanya ada, tapi ya tadi itu. Bah dia sekarang baru sadar Rubennya. Tadi ketika ngomong sama saya, dia bilang, ‘saya juga heran, ini kan kerja sama, Bang.’ Kenapa kok saya masih mau mentransfer uang ke rekeningnya Pilipus itu dengan alasan entertain?” lanjut Minola Sebayang.

Lebih jauh, Minola mempertanyakan tanggung jawab pihak yang mengajak kerja sama tersebut.

“Kalau memang misalnya itu alasannya untuk entertain, bukankah itu juga menjadi tanggung jawab bersama? Bukankah itu juga menjadi tanggung jawabnya si Pilipus yang mengatasnamakan PT? Karena yang ngajak kerja sama kan juga adalah PT Venteny Fortuna Indo ini,” jelasnya.

Menurut Minola, Ruben baru menyadari adanya kejanggalan setelah kejadian ini mencuat.

“Nah jadi sekarang setelah kejadian ini barulah Ruben tahu dan sadar dari pertama memang dia sudah bikin skema, patut diduga sudah bikin skema untuk memang ingin menipu Ruben Onsu,” ungkap Minola.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pelaporan ke pihak berwajib, Minola mengaku masih mendiskusikannya dengan kliennya.

“Saya juga baru tanya tadi sama Ruben, karena kan baru hari ini saya tahunya, tahunya juga dari teman-teman semua kan begitu,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Ruben masih mempertimbangkan langkah hukum yang akan diambil.

“Ruben bilang ini langkah awal, artinya kalau kita melihat mekanisme KUHP kita yang baru kan juga memang mereka itu sudah ada sistem yang mengubah, dalam kondisi-kondisi tertentu kan lebih mengedepankan yang namanya restorative justice,” ujar Minola.

“Jadi kalaupun nanti kita lapor dan akhirnya ujung-ujungnya laporan ini juga kembali ke restorative justice dan juga prosesnya juga enggak gampang di kepolisian, Ruben ingin menempuh cara yang seperti ini dengan harapan orangnya mungkin khawatir, takut, merasa bersalah, dan akhirnya dia menghubungi Ruben atau menghubungi saya,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, Ruben Onsu juga telah mengekspos identitas terduga pelaku melalui media sosial pribadinya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk edukasi agar masyarakat tidak menjadi korban dengan modus serupa.

Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa kehati-hatian dalam menjalin kerja sama bisnis tetap menjadi hal utama, bahkan bagi figur publik sekalipun.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:15
05:13
01:54
02:04
01:04
05:37

Viral