- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Awalnya Diragukan Dedi Mulyadi, Kakek Jali 84 Tahun Ini Ternyata Veteran Sejati yang Mengagumkan
tvOnenews.com - Suasana haru bercampur tegang langsung terasa saat seorang kakek 84 tahun datang jauh-jauh hanya untuk bertemu Dedi Mulyadi. Siapa sangka, pertemuan yang awalnya penuh kecurigaan itu justru berakhir dengan rasa hormat mendalam. Sosok yang sempat diragukan, ternyata menyimpan kisah hidup yang luar biasa.
Momen tersebut terjadi di Lembur Pakuan ketika Dedi Mulyadi kedatangan tamu istimewa bernama Kakek Jali atau lengkapnya Munjali. Pria kelahiran 1942 itu rela menempuh perjalanan sehari semalam menggunakan bus lintas Sumatera dari Banyuasin, Palembang, demi memenuhi keinginannya bersilaturahmi.
Namun, pertemuan itu tidak langsung berjalan hangat. Dedi Mulyadi yang dikenal tegas sempat meragukan identitas sang kakek sebagai mantan prajurit. Ia bahkan mengajukan berbagai pertanyaan detail, mulai dari riwayat dinas hingga pangkat terakhir.
Dedi Mulyadi dan Kakek Jali. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
“Hapunten, abdi rada teliti rada detail tadi karena kan banyak sekali orang-orang yang sering kali pura-pura,” ucap Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL..
Kakek Jali pun dengan tenang menjelaskan bahwa dirinya pernah bertugas di Kodam Sriwijaya dengan pangkat terakhir Sersan Satu (Sertu). Tak hanya itu, kedisiplinannya sebagai seorang militer masih terlihat jelas, bahkan setelah puluhan tahun purna tugas.
Ia membawa surat jalan resmi dari Dewan Pimpinan Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan tetap berpegang pada aturan untuk kembali dalam waktu 12 hari. Hal inilah yang membuat Dedi Mulyadi mulai yakin.
“Saya anak tentara, Bapak saya suka detail cerita yang begini,” ungkap Dedi.
Kisah hidup Kakek Jali pun tak kalah mengagumkan. Ia pernah terlibat dalam operasi Dwikora di Kalimantan Barat, sebuah pengalaman yang menjadi bagian penting dalam hidupnya karena saat momen tersebutlah ia bertemu dengan istrinya.
“Jadi itu aja, Bapak hanya ingin ketemu aja. Mohon maaf tadi saya nanya detail karena itu tadi, mencegah meyakinkan bahwa orang ini betul enggak anggota TNI, gitu loh. Betul enggak veteran karena sekarang banyak yang suka pura-pura,” ujar Dedi Mulyadi.
“Sekarang kan Bapak sudah meyakinkan kepada saya betul Bapak anggota TNI, betul Bapak veteran.”
Setelah memastikan keaslian identitas tersebut, sikap Dedi Mulyadi pun berubah drastis. Dari yang awalnya penuh curiga, kini ia menunjukkan rasa hormat yang tinggi kepada sang veteran.
Ia bahkan menawarkan bantuan untuk perjalanan pulang Kakek Jali.
“Bapak kalau mau naik pesawat saya beliin tiket pesawat,” tanya Dedi.
“Apa enggak terlalu menyusahkan?” jawab Kakek Jali.
“Oh enggak, Bapak kan orang tua,” balas Dedi, yang kemudian memastikan kepulangan sang kakek melalui Bandara Halim Perdanakusuma.
Kakek Jali yang kini tinggal bersama anak dan cucunya pun tampak bahagia bisa bertemu langsung. Ia bahkan meminta momen tersebut diabadikan.
“Bapak masuk di YouTube saya dan masuk diinterogasi Haji Udin, karena tuan rumah boleh menginterogasi tamu dulu,” kata Dedi.
Di akhir pertemuan, suasana semakin menghangat.
“Bapak tidak sakit hati bertemu saya?” tanya Dedi.
“Tidak, malah senang,” jawab Kakek Jali.
Dedi pun langsung menyampaikan permohonan maafnya.
“Mohon maaf sama kasepuhan,” ucapnya sambil memberi hormat.
“Saya minta maaf kepada Bapak Gubernur,” balas Kakek Jali.
“Kenapa?” tanya Dedi.
“Ya kan saya bawahan, orang rendahan,” ujarnya.
“Oh enggak, bukan bawahan, Bapak adalah senior,” tegas Dedi Mulyadi.
Pertemuan ini bukan sekadar kisah biasa. Di baliknya, tersimpan pelajaran penting tentang kejujuran, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap jasa para veteran yang telah mengabdi untuk bangsa.
(anf)